Lima Kesalahan Mahasiswa Selama Kuliah

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Mahasiswa adalah kaum intelektual yang selalu membawa perubahan dalam sepanjang sejarah perjuangan Indonesia, sejak tahun 1908 dengan gerakan Boedi Oetomo sampai dengan tahun 1998 melalui reformasi. Keluasan wawasan dan hati nurani serta keberanian menentang tirani yang dimiliki membuat mahasiswa selalu bergerak menyuarakan aspirasi rakyat.

Ketajaman daya pikir karena kekuatan literasinya membuat mahasiswa selalu mengetahui informasi yang selalu disembunyikan oleh rezim yang berkuasa sehingga membuat ‘mereka’ tidak berkutik ketika sudah beradu dialektika dengan Mahasiswa. Itulah gambaran mahasiswa pada masa perjuangan dahulu.

Kini, mahasiswa seakan kehilangan jatidirinya. Mahasiswa seakan kehilangan arah dalam melangkah sehingga mereka hanya berani secara fisik semata namun tak berkutik ketika berdialektika.

Terdapat dua faktor yang menjadi penyebab mahasiswa ‘galau’ dalam menjalankan perannya sebagai generasi penerus bangsa, yakni faktor internal dan faktor eksternal. Tulisan kali ini akan membahas faktor internal penyebab mahasiswa ‘galau’ tersebut.

1. Miskin Ilmu karena Malas Baca

Membaca adalah Melawan, Menulis adalah Menciptakan Pergerakan (Anonim)

Kutipan tersebut menyadarkan bahwa awal dari sebuah pergerakan adalah dengan membaca. Membaca membuat pintu ilmu terbuka sehingga mengetahui fakta yang sebenarnya dari sebuah isu.

Kesalahan mahasiswa saat ini adalah minat membaca yang rendah. Dari hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara tersebut. Sementara Vietnam justru menempati urutan ke – 20 besar.

Rendahnya minat mahasiswa dalam membaca membuat mahasiswa kehilangan kekuatannya, wawasannya tumpul sehingga tidak mampu lagi menyibak tabir yang menutupi kebenaran dari setiap permasalahan bangsa yang ada.

2. Susah Menulis karena Tumpul Wawasan

Menulis dapat memengaruhi orang lain. Dengan menulis, seorang mahasiswa dapat membangun pergerakan. Dengan menulis pula, seorang mahasiswa dapat membuat perubahan. Membaca dan menulis adalah dua aktivitas yang bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Menulis yang dimaksud di sini adalah bukan asal menulis. Maksud menulis di sini bukanlah menulis status di dunia maya yang tidak berbobot, melainkan menulis sebuah karya, mulai dari opini atau tanggapan terhadap permasalahan negeri sampai gagasan–gagasan konstruktif untuk membawa perubahan yang lebih baik demi membantu kerja pemerintah sebagai penentu kebijakan.

Miskin ilmu karena minat baca mahasiswa yang lemah saat ini dapat berakibat pada kesulitan menulis. Hal ini dapat dilihat dari kesulitan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya, yaitu skripsi. Faktor utama mahasiswa menunda–nunda dalam menyusun skripsi adalah karena wawasan yang lemah sehingga berakibat kesulitan dalam menuliskannya.

3. Kurang Update karena Kurang Penelitian

- Advertisement -

Berbicara update tidak hanya berbicara mengenai informasi yang didapat dari literatur–literatur, dosen dan media informasi publik. Adakalanya, setiap informasi mesti diuji validitasnya. Validitas itu ditempuh dengan cara penelitian.

Penelitian adalah jalan mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat dan juga suatu upaya untuk menguji setiap teori yang dipelajari dan menciptakan sesuatu yang baru. Maka, dengan penelitian kita mengetahui informasi–informasi baru secara empiris, aktual, dan terpercaya.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual saat ini kurang dalam melakukan penelitian. Penelitian dilakukan hanya ketika mereka memasuki semester akhir, itupun dalam rangka memenuhi tugas akhir. Karenanya, tidak sedikit mahasiswa yang melakukan penelitian hanya sekedar formalitas belaka sehingga membuat mahasiswa kudet (kurang update) terhadap kondisi bangsa secara empiris, aktual, dan terpercaya.

4. Plagiasi Yang Membudaya

Secara makna dan menurut KBBI, plagiasi atau plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Jiplakan.

Di era moderen saat ini, kecanggihan teknologi media informasi membuat plagiasi semakin merajalela dan membudaya di kalangan mahasiswa–mahasiswa malas. Inilah akibat dari minat baca yang lemah dan susahnya membaca sehingga plagiasi menjadi solusi bodoh dan jalan pintas dalam mengejar kesuksesan.

Plagiasi adalah kesalahan besar yang dilakukan mahasiswa saat ini, kemudahan yang ditawarkan plagiasi memiliki efek negatif luar biasa yang mengancam eksistensi mahasiswa sebagai kaum intelektual, salah satunya adalah hilangnya budaya membaca, menulis, diskusi dan meneliti dalam diri mahasiswa. Akibatnya, hilanglah kepekaan mahasiswa terhadap isu publik.

5. Tidak berorganisasi

Hal penting yang didapatkan dalam organisasi adalah ilmu yang tidak didapatkan di kelas. Berorganisasi mengajarkan kepemimpinan, manajemen, membangun jaringan, dan menjalan bentuk gotong royong dalam melakukan perubahan. Dalam sejarah perjuangan Indonesia, perubahan tidak dilakukan secara individual, tetapi secara gotong royong dalam sebuah wadah organisasi.

Kesalahan terakhir yang diperbuat mahasiswa saat ini adalah enggan berorganisasi dengan alasan bahwa organisasi membuang waktu, menghabiskan uang, dan banyak alasan lainnya. Mereka lebih asyik dengan dunianya sendiri, dengan gadget-nya. Padahal, banyak keuntungan besar yang didapatkan dari aktivitasnya dalam sebuah organisasi.

Itulah lima kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa saat ini. Kesalahan sepele ini, sadar atau tidak sadar, akan membawa mahasiswa kepada kehancuran. Ketika mahasiswa Indonesia hilang kekuatannya, lemah daya pikirnya, tumpul literasinya, maka tunggulah kehancuran Indonesia.

Wahai mahasiswa, sadarlah! Buatlah perubahan!

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

10 Cara Edukatif Selama Libur Pencegahan Covid-19

Selama 14 hari liburan sekolah masa pencegahan Covid-19 dapat diisi dengan berbagai kegiatan edukatif agar anak tetap produktif dan menjaga prestasi akademiknya.

Isti’ab, Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah

Tulisan kali ini ikhtisar dari sebuah buku buah tangan dari Syaikh Fathi Yakan dengan judul asli, Al-Isti’ab fi Hayatid-Da’wah wad Da’iyah, hasil jerih payah yang panjang dan dan buah berbagai pengalaman pahit dalam kancah perjuangan Islam

Indahnya ‘Taman Baliho’ Karawang

catatanmasarief.com - Kota Karawang merupakan kota yang sangat indah dengan tata ruang kota yang dibangun dengan desain yang menyajikan modernitas dan kenyamanan bagi warganya

Kopdar Bareng Kang Emil, Ini Inovasi Untuk Karawang

catatanmasarief.com - Menjawab persoalan pengangguran di Karawang kang Emil akan melakukan inovasi baru dalam agenda kopdar.

Baca Ebook Konspirasi Bencana Alam

Banjir, kekeringan, tsunami, badai dan letusan vulkanik adalah "senjata masa depan". Buku ini menelanjangi fakta suram tentang siapa yang melakukannya dan mengapa?

Mewujudkan Karawang Menjadi Kota Bahagia

catatanmasrief.com - Karawang kota bahagia merupakan suatu cita - cita yang ingin diwujudkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

  1. Plagiasi sering didukung dengan sikap sering mencontek. Jadi kalau ada kasus plagiasi, dicek juga apakah ia hobi nyontek..

    Poin no 5 saya kurang setuju, hehe…

    • Bukan hanya karena punya hobi mencontek, plagiasi di dukung karena lingkungan kampus yang kurang budaya literasinya sehingga miskin ide dan gagasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: Content is protected !!