Advertisement

Mahasiswa, Rebut Kembali Pena dan Bukumu

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Dalam memperjuangkan suara rakyat Indonesia, Mahasiswa memiliki peranan utama sebagai pemuda yang tajam intelektualnya, jujur tutur bahasanya, dan  suci hatinya dalam mendengar setiap jeritan suara rakyat.

Dimulai dari era kolonial tahun 1908 dengan gerakan organisasi Budi Utomo sampai Gerakan Reformasi tahun 1998 merupakan rentetan panjang pergerakan Mahasiswa dalam melawan tirani.

- Advertisement -

Kekuatan pergerakan Mahasiswa dalam melawan tirani terletak pada pena dan bukunya. Kekuatan pena dan buku yang dimaksud adalah literasi yang bersumber dari buku kuliah maupun buku lain yang dibacanya dalam menajamkan intelektualnya dan tulisan – tulisannya dalam menyampaikan setiap gagasan yang konstruktif.

Namun kini di era globalisasi dan kecanggihan teknologi ini Mahasiswa seakan kehilangan kekuatannya, ‘pena dan buku’ sebagai kekuatan literasinya telah direbut oleh ‘mereka’ yang berusaha menghentikan bahkan memadamkan pergerakan mahasiswa.

Mahasiswa telah ditumpulkan intelektual dan kekuatan literasinya dengan ditanamkannya doktrin – doktrin negatif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Doktrin – doktrin negatif itu mulai dari penanaman kebiasaan plagiasi dalam menyusun makalah hingga skripsi sebagai jalan pintas yang menghendaki keberhasilan tanpa perjuangan untuk mendapatkan gelar sarjana sehingga membentuk karakter mahasiswa malas untuk membaca, mengkaji, diskusi dan menulis.

Maraknya game online, acara – acara hiburan sampah yang ditayangkan televisi dengan mengundang mahasiswa sebagai penontonnya baik secara on-air maupun off-air, turut menjadi media penanaman doktrin negatif.

Kemudian meningginya biaya kuliah menyebabkan mahasiswa sibuk mencari uang dari pada sibuk membaca dan menulis sebagai upaya menajamkan daya pikirnya.

“Ditengah upaya pelemahan terhadap gerakan Mahasiswa tersebut, masih terdapat Mahasiswa yang sadar bahwa ‘pena dan buku’nya telah direbut”

Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI bergerak dalam upaya merebut kembali ‘pena dan buku’ sebagai sumber kekuatan referensi dan literasi dari tangan ‘mereka’ untuk mengembalikan kejayaan pergerakan Mahasiswa dalam membela rakyat Indonesia, khususnya daerah Karawang.

- Advertisement -

KAMMI bergerak mengembalikan kekuatan referensi dan literasi Mahasiswa dengan membaca, mengkaji dan berdiskusi serta menulis sehingga hal tersebut kembali menjadi budaya dan ciri khas Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda yang tajam daya pikirnya, luwes dialektikanya dan berani dalam berjuang melawan tirani yang menindas rakyat Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang. (AR)

- Advertisement -
Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: