Tiga Langkah Menjadi Pemimpin Patriotik, Kreatif dan Kolaboratif

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan. Seorang pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa dan kepemimpinan negara berada di tangannya. Menjadi Pemimpin masa depan adalah hal yang harus menjadi tujuan bagi pemuda masa kini. Oleh karena itu seorang pemuda harus membelakali dirinya dengan hal – hal yang dapat meningkatkan kapasitas dirinya.

Kapasitas yang harus dimiliki oleh seorang pemuda sebagai pemimpin masa depan adalah jiwa patriotik atau patriotisme, kreatif dalam berpikir dan bertindak, dan kolaboratif dalam bermasyarakat.

Secara makna, patriotik adalah memiliki semangat, cinta dan peduli terhadap tanah air. Dalam konteks kepemimpinan, patriotik atau patriotisme adalah wujud kontribusi terhadap tanah air untuk kemashlahatan bersama yang dilandasi semangat dan rasa cinta serta kepedulian yang tinggi.

Sebagai contoh turut berpartisipasi aktif berorganisasi, menulis, berkarya dan lain sebagainya dalam upaya perbaikan atas persoalan negeri.

kreatif adalah memiliki daya cipta, berkemampuan, dan berdaya cipta. Makna tersebut apabila dikaitkan dengan kondisi realita saat ini bahwa kreatif adalah menghasilkan sesuatu yang unik dan sesuatu yang baru untuk kemashlahatan umat manusia.

Dalam konteks kepemimpinan, kreatif atau kreativitas adalah kemampuan menyelesaikan masalah dengan sebuah ide yang solutif hasil kombinasi – kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang ditentukan dengan melihat subjek dari perspektif baru.

Karena tugas pemimpin adalah memecahkan masalah. Masalah yang hadir karena adanya dinamisasi kehidupan bermasyarakat.

Maka dari itu pemuda sebagai pemimpin masa depan jadilah pribadi – pribadi yang kreatif, yang selalu memberikan terobosan – terobosan baru dari hasil pemikirannya yang murni untuk sebuah perbaikan

Kolaboratif atau kolaborasi secara makna berarti kerjasama, berekanan, berangkulan, bermitra, dan berkomplot. Makna tersebut apabila dikaitkan dengan kondisi realita saat ini bahwa kolaborasi adalah aktivitas yang dilakukan dengan berkerjasama antar individu atau kelompok dalam mencapai suatu tujuan yang telah disepakati.

Dalam konteks kepemimpinan, kolaborasi adalah suatu upaya menjalankan tugas kepemimpinan bekerjasama dengan pihak lain. Untuk itu seorang pemimpin dituntut tidak hanya memiliki jiwa patriotik dan kreatif namun juga harus memiliki jaringan atau networking yang luas untuk menjalankan misi kepemimpinannya.

Seorang pemuda sebagai pemimpin masa depan yang patriotik, kreatif dan kolaboratif  harus membekali dirinya dengan tiga hal agar dapat berperan di tiga panggung Negara yaitu sektor publik (pemerintahan), sektor privat (bisnis) dan sektor ketiga (non pemerintahan). Tiga hal tersebut yaitu,

Pertama. Tingkatkan kompetensi menjadi kompetensi global. Tidak dapat dipungkiri bahwa di zaman yang memiliki peluang dan masalah yang kompleks ini menuntut kita untuk serba bisa walau tidak ada manusia yang mampu menguasai segala hal. Namun dengan upaya meningkatkan kompetensi diri dapat bersaing menciptakan suatu karya nyata.

Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan tidak menutup diri dari hal – hal yang baru, bahkan dengan hal – hal yang tidak disenangi sekalipun. Dengan mempelajarinya, setidaknya walau tidak menguasainya, dapat memiliki pengetahuan terhadap hal – hal baru tersebut.

- Advertisement -

Kedua. Kuasai bahasa, bangun kompetensi standar Internasional. Menguasai bahasa selain bahasa ibu, misal bahasa inggris, jepang atau china dan memiliki kompetensi berstandar Internasional merupakan modal untuk menjadi pribadi yang kreatif di zaman sekarang ini terlebih menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean/MEA yang dapat menjadi peluang dan ancaman bagi masyarakat Indonesia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk memiliki bekal yang kedua ini yaitu dengan mengikuti studi bahasa di kampus atau pelatihan – pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga lokal maupun Internasional.

Ketiga. Bangun wawasan, pengetahuan, pengalaman, kemampuan menyampaikan ide, dan kepemimpinan. Perbanyak membaca masih menjadi cara ampuh untuk membangun wawasan dan pengetahuan. Membaca banyak literasi akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang hal – hal yang baru. Aktif dipelbagai kegiatan dapat menjadi upaya untuk menambah pengalaman.

Menjadi pemimpin patriotik, kreatif dan kolaboratif memerlukan proses persiapan yang panjang dan memakan waktu yang cukup lama. Maka dari itu cikal bakal pemimpin masa depan harus dibentuk dan dipersiapkan.

Kemudian melatih kemampuan public speaking dan leadership dari kegiatan yang diikuti dapat pula meningkatkan kemampuan menyampaikan ide dan kepemimpinan.

Menjadi pemimpin patriotik, kreatif dan kolaboratif yang akan menempati posisi strategis dalam pembentukan kebijakan diperlukan proses persiapan yang panjang dan memakan waktu yang cukup lama. Maka dari itu cikal bakal pemimpin masa depan harus dibentuk dan dipersiapkan.

Pemuda sebagai pemimpin masa depan harus mulai merekonstruksi dirinya dengan meningkatkan kualitas dan membangun kapasitas untuk menjadi layak menempati posisi terbaik memberikan kontribusi nyata untuk negeri. (AR)

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Inilah Tiga Langkah Menjadi Penghafal Al Qur’an

catatanmasarief.com - Mengetahui keutamaan dan mendambakan ingin menjadi penghafal Al Qur’an saja tidak cukup, perlu upaya keras dan sungguh-sungguh untuk dapat menjadi penghafal Al Qur'an.

Adakah Rasulullah Dalam Hidup Kita?

catatanmasarief.com - Ada hal yang meresahkan hati dan pikiran saya, bertahun – tahun memperingati maulid, mendengar kajian dan ceramah maulid, adakah Rasulullah dalam hidup kita, terutama pada saya pribadi?

Menjaga Spirit 212 Dalam Kehidupan Sehari-hari

catatanmasarief.com - Tahun 2018 ini menjadi tahun kedua diselenggarakannya reuni 212. Suatu momen untuk menguatkan ukhuwah

Ikhtisar Buku Ma’alim Fii Ath Thariq

Dalam buku ini beliau mengemukakan gagasan tentang perlunya revolusi total, bukan semata-mata pada sikap individu, namun juga pada struktur negara

Baca Ebook Konspirasi Bencana Alam

Banjir, kekeringan, tsunami, badai dan letusan vulkanik adalah "senjata masa depan". Buku ini menelanjangi fakta suram tentang siapa yang melakukannya dan mengapa?

Tiga Langkah Menjadi Pemimpin Patriotik, Kreatif dan Kolaboratif

catatanmasarief.com - Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan. Seorang pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa dan kepemimpinan negara berada di tangannya.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: Content is protected !!