Advertisement

Resume Buku Membangun Humas Gerakan (Part. 1)

catatanmasarief.com – Bagi sebuah organisasi gerakan, sangat membutuhkan fungsi humas di dalam tubuh organisasinya. terutama bila sebuah gerakan sudah memasuki fase dimana gerakan tersebut sudah merambah untuk lebih intens berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya masyarakat luas.

Pendahuluan, Urgensi Humas Bagi Gerakan

Humas memiliki posisi yang sangat penting dalam sebuah organisasi gerakan, terutama bila banyak berinteraksi dengan masyarakat. Berperan sebagai salah satu Front Liner penting dalam berkomunkasi dengan masyarakat humas sangat menentukan perwajahan organisasi tersebut. Dengan kata lain humas berperan dalam membangun hubungan, khususnya hubungan komunikasi.

Bagian 1. Kehumasan Dalam Gerakan

1. Landasan Humas Gerakan (Hal. 1 – 13)

Tulisan awal ini sedikit mengelaborasi beberapa taujih (petunjuk) Rabbani yang berkenaan dengan kehumasan yang terdapat di dalam Al Qur’an dengan mencoba memaknai humas dalam dua dimensi. Pertama, bidang kehumasan dan spirit kehumasan kader. Kedua, spirit kehumasan kader dan pengurus. Kemudian dalam tiga paradigma kerja yakni pencitraan, jejaring dan jurnalistik, dalam Al Qur’an tiga paradigma tersebut terintegrasi dalam satu spirit, visi dan misi yakni kemenangan dakwah.

2. Pencitraan ala Nabi Yusuf

Dalam kisah Yusuf yang termaktub dalam surat Yusuf ayat 50-52. Digambarkan bagaimana dinamika Nabi Yusuf adalah problem yang dapat dipecahkan secara manusiawi tanpa harus menunggu petunjuk wahyu turun kembali ke bumi dengan membangun citra positif. Membangun citra positif gerakan menuntut kita konsisten dengan nilai baik yang dibawa secara proaktif.

3. Networking di Surat Yasin

Dalam surat Yasin ayat 13-21 mengisyaratkan bahwa fenomena sosial tentang kebenaran dakwah yang diserukan oleh 3 orang Rasul (utusan) tidak cukup kuat jika tidak didukung oleh kekuatan jaringan masyarakat/tokoh dari pihak yang didakwahi.

4. Jurnalisme Investigasi Hud Hud

Dalam surat An Naml ayat 20-21 dan 23-25 dikisahkan bagaimana burung hud hud menyampaikan reportase mengenai suatu negeri yang menyembah matahari sebagai bentuk laporan atas ketidakhadirannya dalam perkumpulan bersama raja Nabi Sulaeman AS. Reportase burung Hud hud inilah merupakan bentuk jurnalisme Investigasi sebagai salah satu bentuk paradigma kerja kehumasan.

5. Bentuk – bentuk Komunikasi Qur’ani

Seorang humas gerakan dakwah perlu memiliki teknik komunikasi Qur’an yang baik diantaranya, Qoulan Kariman (Komunikasi yang mulia), Qoulan Layyinan (Komunikasi yang Lembut), Qoulan Maisuran (Komunikasi yang memudahkan), Qoulan Ma’rufan (Komunikasi yang Tegas), Qoulan Sadidan (Komunikasi yang Jujur), Qoulan Balighan (Komunikasi yang Menyentuh Hati). Dari keenam teknik komunikasi tersebut dapat dibaurkan secara terpadu agar dilapangan pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat.

6. Etika Dalam Membangun Jaringan

Dalam surat Al Hujurat ayat 1-13 dijelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun jaringan sebagai berikut.

A. Tidak (sok) lebih tahu dari pakarnya (Qs. Al Hujurat: 1)

B. Menjaga intonasi suara (Qs. Al Hujurat: 2-3)

C. Lebih etis melalui jalur depan (Qs. Al Hujurat: 4)

D. Klarifikatif (Qs. Al Hujurat: 6)

E. Memiliki MoU yang jelas (Qs. Al Hujurat: 9-10)

F. Tidak saling merendahkan (Qs. Al Hujurat: 11)

G. Berpikir positif (Qs. Al Hujurat: 12)

H. Memahami pluralitas (Qs. Al Hujurat: 13)

Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: