Advertisement

Upaya Bersihkan Karawang dari Narkoba

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

- Advertisement -

Semua istilah ini, baik “Narkoba” ataupun “Napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Dari pengertian tersebut sehingga Narkoba sangat berbahaya apabila disalahgunakan.

Namun dalam kenyataannya, Narkoba disalahgunakan dengan diperjualbelikan oleh oknum – oknum tidak bertanggungjawab demi meraup keuntungan sehingga narkoba benar-benar telah merusak sendi-sendi bangsa.

Jumlah prevalensi penyalahguna narkoba sebagaimana yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2017 adalah 1,77 persen dari penduduk Indonesia atau sekitar 3,37 juta orang.

Angka tersebut turun dari hasil penelitian tahun 2014 yaitu 2,25 persen atau sekitar 4 juta orang. Namun, perkiraan penyalahguna 3,37 juta orang tetaplah pasar yang menarik.

Terlebih, 59 persennya adalah kelompok pekerja yang notabene adalah kelompok produktif berpenghasilan. Sementara 24 persennnya adalah kelompok pelajar.

“Berbicara penyalahgunaan narkoba di Indonesia, timbul pertanyaan apakah terjadi pula penyalahgunaan narkoba di Karawang?”

Menjawab pertanyaan tersebut, dilansir dari beberapa media online yakni kompas dan sindonews bahwa dikepolisian Karawang mencatat ada 59 kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang bulan Februari 2018.

Kemudian Badan Narkotika Nasional Karawang mencatat sekitar 70 persen pelajar di Karawang pernah menggunakan narkotika. Data ini didapat berdasarkan hasil sampling dan kasus yang ditangani BNN maupun Polres Karawang.

Selain itu yang terbaru bulan september 2018, BNN Karawang juga memonitor dugaan peredaran narkoba di Lapas Karawang. Dari data tersebut diketahui bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Karawang cukup mengkhawatirkan, sehingga harus ada upaya untuk mengatasi persoalan tersebut.

- Advertisement -

Pada tanggal 19 November 2018 saya, Arief Riyanto mewakili organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Karawang bersama ormas Islam se Karawang yang tergabung dalam Presidium Aliansi Pergerakan Islam Karawang (ASPIKA) menandatangani nota kesepakatan kerjasama dengan BNN Karawang dalam rangka upaya bergerak untuk membersihkan Karawang dari Narkoba.

Kemudian beraudiensi dengan Bapemperda DPRD Karawang mendesak untuk segera disahkannya Raperda tentang Karawang Bersih Narkoba guna sebagai payung hukum yang melarang peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Karawang.

Dua upaya tersebut merupakan langkah awal untuk memberantas narkoba guna menyelamatkan generasi Karawang di masa depan.

- Advertisement -
Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

2 KOMENTAR

    • Setuju.. Kita lindungi keluarga tercinta kita dari Narkoba dengan awasi dan laporkan praktek peredaran Narkoba di Karawang…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: