Rindu Yang Mendalam Kepada Rasulullah SAW

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Salah satu nikmat yang Allah berikan kepada manusia yang ditanamkan dalam hati adalah rasa rindu. Rindu merupakan buah dari adanya rasa cinta kepada seseorang. Semakin kita mencintai seseorang maka semakin besar pula rasa rindu yang muncul apabila kita tidak bertemu dengannya.

Sebagaimana kita mencintai orang tua kita, istri, anak dan sanak saudara kita maka apabila kita berpisah dengan mereka dalam rangka aktivitas bekerja seharian full atau pergi dalam jangka waktu yang lama maka akan muncul perasaan rindu pada mereka.

Berbicara tentang rasa rindu, kerinduan yang memiliki kaitan erat dengan keimanan adalah merindukan seorang sosok mulia Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 31, Allah Ta’ala berfirman “Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Merindukan Rasulullah, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang. Merindukan Rasulullah berarti mencintainya dengan berlandaskan cinta kepada Allah Ta’ala.

Maka penting diperhatikan agar kita senantiasa menjalankan setiap sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam kehidupan sehari – hari dan pada setiap permohonan dalam do’a yang dipanjatkan kepada Allah Ta’ala agar kita dipertemukan dengan RasulNya di surga kelak.

Kemudian, tidak ada di antara makhluk ciptaan Allah Ta’ala yang paling merindukan kita melebihi kerinduan sang Rasul. Betapa tidak di kala detik – detik terakhir kewafatannya tiba, beliau masih menyebut dan mengkhawatirkan umatnya daripada saudara dan sanak keluarganya.

Sungguh besar dan agungnya cinta Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada kita, namun apakah perasaan cinta dan rindu kepadanya hadir dalam ingatan kita?

Merenungi pertanyaan tersebut, mari kita ambil hikmah dari kisah kerinduan mendalam sahabat Bilal bin Rabbah r.a kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dikisahkan setelah kepergian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya, “Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?”

Bilal pun bangun terperanjat, airmata rindunya seketika tak terbendung lagi. Segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi, pada sang kekasih. Penduduk Madinah yang mengetahui kedatangannya, segera keluar dari rumah untuk menyambutnya. Ketika masuk waktunya sholat, beberapa Sahabat meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan. Akan tetapi Bilal terus menolak permintaan itu.

- Advertisement -

Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunda Nabi, Hasan dan Husein. Kali ini mereka berdua yang meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan, “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”

“Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”, Kata Hasan dan Husein

Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi itu. “wahai cahaya mataku, wahai dua orang yang sangat dicintai Rasul, sesungguhnya wajib bagiku untuk memenuhi keinginan kalian. Sesungguhnya apabila semua penduduk bumi memintaku mengumandangkan adzan, aku tetap tak akan mau melalukannya. Akan tetapi, setiap permintaan kalian berdua, adalah keharusan bagiku untuk melaksanakannya.”

Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada era Nabi. Mulailah dia mengumandangkan adzan.

Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali.

Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Pada saat Bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi. Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Setelah itu ia jatuh pingsan bersama banyak orang yang lain karena kerinduan mereka akan sosok Rasulullah SAW.

Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi. Dan tidak pernah disaksikan hari yang lebih banyak laki-laki dan wanita menangis daripada hari itu

Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama Bilal sekaligus adzan terakhirnya semenjak Nabi wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan. Sebab kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi.

Dari kisah tersebut sungguh betapa sangat rindunya sahabat Bilal bin Rabbah r.a kepada kekasihnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kerinduan yang tercermin dari besarnya perasaan cintanya kepada Allah dan RasulNya.

Semoga Allah Ta’ala mengkaruniakan kepada kita keimanan yang luhur dalam hati sehingga timbul rasa kerinduan dan kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Tiga Langkah Menjadi Pemimpin Patriotik, Kreatif dan Kolaboratif

catatanmasarief.com - Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan. Seorang pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa dan kepemimpinan negara berada di tangannya.

Mewujudkan Karawang Menjadi Kota Bahagia

catatanmasrief.com - Karawang kota bahagia merupakan suatu cita - cita yang ingin diwujudkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Kopdar Bareng Kang Emil, Ini Inovasi Untuk Karawang

catatanmasarief.com - Menjawab persoalan pengangguran di Karawang kang Emil akan melakukan inovasi baru dalam agenda kopdar.

Pemuda Adalah Penentu Arah Perubahan Bangsa

catatanmasarief.com - Kejayaan suatu peradaban atau bangsa dan Negara ditentukan oleh kondisi baik atau buruknya para pemuda.

Baca Ebook Konspirasi Bencana Alam

Banjir, kekeringan, tsunami, badai dan letusan vulkanik adalah "senjata masa depan". Buku ini menelanjangi fakta suram tentang siapa yang melakukannya dan mengapa?

Baca Ebook Wajah Syariat Islam di Media

Di media, wajah syariat Islam tak ramah. Ia seakan menjadi momok yang menakutkan, terutama bagi orang yang ingin berkunjung ke Aceh. Syariat Islam sering diberitakan secara vulgar.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

    • Semoga kita dapat dipertemukan dengan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam di SurgaNya kelak.. Aamiin…

    • Sama saya juga, semoga Allah berkehendak mempertemukan kita dengan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam di SurgaNya kelak.. Aamiinn

  1. Sepertinya semua orang yang hidup di masa itu gak akan pernah bisa move on. Duh jadi sedih bacanya. Terima kasih udah menulis ini mas.

  2. Air mata mengalir setiap baca artikel mengenai Nabi Muhammad SAW ..tangisan sedih ..tangisan bahagia..
    Terimakasih ..setidaknya setelah membaca ini.. rasa rinduku pada Sang Rosul semakin mendalam dan menjadi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: Content is protected !!