Ijtihad Membangun Basis Gerakan

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Buku ini merupakan kumpulan gagasan atau serpihan – serpihan pikiran dari Amin Sudarsono, seorang aktivis gerakan mahasiswa dalam wadah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Buku ini juga sebuah upaya untuk membangun fondasi pokok dari gerakan KAMMI.

Diawali sebuah prolog dari Habib Nabiel bin Fuad Al Musawa seorang tokoh pimpinan Majelis Rasulullah Jakarta mengenai peranan pemuda dalam melanjutkan risalah pergerakan bahwa keberadaan pemuda dalam kehidupan kemanusiaan sangat penting, karena mereka potensial untuk mewarnai perjalanan sejarah umat manusia.

Pemuda adalah calon pemimpin masa yang akan datang. Merekalah yang akan merubah umat, menjadi baik dan jaya atau sebaliknya.

Bila diarahkan secara baik, jiwanya tidak ternoda oleh lumpur kemaksiatan, sebaliknya terjaga kebersihannya, suci dalam fitrahnya, jauh dari unsur kehidupan yang merusak maka ia akan menjadi motor penggerak utama kesucian dan perbaikan.

Kondisi generasi muda oleh karenanya merupakan parameter masa depan suatu bangsa. Apabila kondisi pemudanya baik akan baik pula kondisi bangsa tersebut di masa depan. Begitu pula sebaliknya.

Peranan pemuda sangatlah penting karena mereka mempunyai beberapa potensi diantaranya yaitu, Bathul himmah fi at tasaaulat (membangkitkan semangat dalam bertanya/bersikap kritis), Naqlul ajyaal (memindahkan dari generasi ke generasi), Istibdaalul ajyaal (menukar/mengganti suatu generasi), Tajdid maknawiyah al ummah (memperbaharui moralitas umat), dan Anasir islah (unsur perubah).

Risalah Islam atau apapun bentuk perubahan itu, hanya dapat dilaksanakan dengan optimal oleh para pemuda. Sepanjang perjalanan sejarah manusia dari Nabi Adam hingga Rasulullah SAW dan diteruskan hingga hari ini, membuktikan bahwa perubahan-perubahan senantiasa dipelopori oleh para pemuda. Pemuda potensial di masa sekarang ini adalah mereka yang berkumpul sebagai pelajar/mahasiswa.

Amin Sudarsono mengklasifikasikan basis gerakan tersebut melalui dua spektrum: software dan hardware. Pembahasan mengenai “software” gerakan dimulai pada aspek yang paling mendasar yaitu ideologi.

Menurut penulis, ideologi memiliki fungsi mempolakan, mengkonsolidasikan dan menciptakan arti dalam tindakan masyarakat. Ideologi yang dianutlah yang pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana seseorang atau sekelompok orang memandang sebuah persoalan dan harus berbuat apa untuk mensikapi persoalan tersebut. Ideologi seakan-akan menjadi kacamata hidup. (Hal. 35)

Suatu ideologi untuk dapat terus bertahan di tengah tuntutan aspirasi masyarakat dan perkembangan modernitas dunia, setidaknya harus memiliki tiga dimensi yaitu, realita, idealisme, dan fleksibilitas.

Setidaknya harus memiliki tiga dimensi untuk dapat bertahan di tengah perkembangan dunia yaitu realita, idealisme, dan fleksibilitas

Ditinjau dari dimensi realitas, ideologi itu mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai riil hidup di dalam masyarakat, sedangkan apabila kita lihat dari dimensi idealisme, suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dan apabila kita lihat dari segi fleksibilitas, artinya perlu ada pemikiran baru tanpa kehilangan nilai dasar atau hakikat dari ideologi itu untuk mengikuti perkembangan pemikiran baru tanpa kehilangan nilai dasar atau hakikat dari ideologi tersebut. (Hal. 38)

Selanjutnya penulis mengurai keharusan seorang pemuda dalam membangun software basis pergerakannya menjadi seorang yang mempunyai intelektual atau dalam kata lain menjadi pemuda yang intelek, intelek berarti istilah psikologi tentang daya atau proses pikiran yang lebih tinggi yang berkenan dengan pengetahuan; daya akal budi; kecerdasan berfikir. Selain itu kata intelek juga berkonotasi  untuk menyebut kaum terpelajar atau kaum cendekiawan. (Hal. 58)

- Advertisement -

Konsep intelektual menurut Islam menunjuk pada kajian tentang konsep ulul albab, yang berarti ada kesinambungan antara kemampuan berfikir, merenung, dan membangun teori ilmiah dari realitas alam yang empiris dengan metode induktif dan deduktifnya namun sekaligus mampu mempertajam analisisnya dengan mengasah hati dan rasa melalui berzikir. (Hal. 60-61)

Software gerakan pemuda selanjutnya adalah bagaimana seorang pemuda mengerti akan perannya sebagai seorang negarawan dalam berpandangan secara politik.

Terlebih sebagai muslim, pemuda harus mengetahui karakter-karakter apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Muslim negarawan yang akan melakukan perubahan sosial dalam umat, dan bagaimana menghadapi tantangan Ghazwul Fikr dan kesetaraan Gender yang benar-benar menjadi salah satu faktor kemunduran umat saat ini.

Berkenaan karakteristik seorang Muslim negarawan, dalam risalah Manhaj Kaderisasi KAMMI terdapat lima poin penting yang merupakan profil Muslim negarawan yaitu, pertama memiliki basis ideologi Islam yang mengakar, kedua memiliki basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, ketiga idealis dan konsisten, keempat berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa serta kelima, mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan.

Selain itu muncul tiga hal yang merupakan syarat utama munculnya sosok Muslim negarawan yang memiliki keberpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam perjuangannya. Tiga hal tersebut yaitu, pertama mereka yang lahir dari gerakan Islam yang tertata rapi (Quwwah al munashomat), kedua semangat keimanan yang kuat (Ghirah qawiyah) dan ketiga kompetensi yang tajam. (Hal. 104)

Pada tahapan berikutnya, software tersebut harus dijalankan dalam bentuk-bentuk aksi nyata. Itulah yang kemudian disebut oleh Amin Sudarsono sebagai “hardware” gerakan.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa kampus adalah tempat lahirnya cadangan pemimpin masa depan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa tokoh-tokoh besar dan berpengaruh pernah digembleng di kampus.

Soekarno-Hatta, misalnya. Kedua tokoh ini menjadi founding father bangsa ini, kampus adalah miniatur  suatu negara, menjadi tempat yang layak, karena didalamnya terdapat proses kaderisasi  untuk menyemai benih-benih pemimpin bangsa. Maka mahasiswa harus dapat memanfaatkan potensi kampus ini untuk menjadikannya sebuah basis gerakan, tentunya dengan mengoptimalkan perannya di ranah politik kampus. (Hal. 153)

Dalam memanfaatkan potensi kampus, KAMMI sebagai organisasi berbasis ekstra kampus dapat melakukan beberapa hal yakni, pertama penguatan kaderisasi, kedua terlibat dalam struktur lembaga internal kemahasiswaan, ketiga membangun komunikasi dan membuka jaringan dengan pihak pengambil kebijakan di tingkat fakultas dan universitas, lalu keempat membangun ketokohan. (Hal. 154)

Kemudian Amin Sudarsono menyebutkan beberapa keuntungan memasuki arena politik kampus, seperti kesempatan untuk menyuarakan kepentingan kita dan mayoritas mahasiswa konstituen dalam partai kampus, selanjutnya adalah kebijakan kampus dapat kita awasi, kontrol, dan rekomendasikan karena kita punya wakil mahasiswa yang duduk di senat mahasiswa, dan yang terpenting adalah terciptanya kultur jujur dan amanah sehingga pengelolaan lembaga mahasiswa menghasilkan kultur positif. (Hal. 162)

Keuntungan memasuki arena politik kampus diantaranya kesempatan menyuarakan kepentingan, kontroling kebijakan, terciptanya pengelolaan lembaga yang jujur dan amanah

Selain dengan aksi, hardware gerakan ini juga bisa didapat dengan cara pengambilan keputusan melalui forum dan persidangan, dan disinilah seorang mahasiswa harus dapat menyuarakan aspirasinya dengan diskusi dan debat.

Seperti apa yang dicontohkan Rasululloh SAW dalam tata cara bermusyawarah, dan dalam mengelola sebuah organisasi, mahasiswa dituntut untuk dapat berkomunikasi atau kurang lebih bagaimana caranya mahasiswa menyampaikan propagandanya beserta pesan-pesannya kepada publik. (Hal. 211)

Penulis menyebut berbagai cara berkomunikasi seperti dengan komunikasi persuasif, cara pembuatan propaganda, memilih pesan yang disampaikan, strategi pencitraan dan bagaimana memanfaatkan media massa.

Bagian akhir buku ini penulis mengelaborasi tentang pembacaan global atas realitas sosial religius masyarakat. Gagasan-gagasan yang diungkapkan penulis secara komperehensif pada inti buku ini yaitu pembahasan tentang software gerakan dan teknis hardware gerakan itu sendiri.

Dari sekian banyak wacana baru yang ditawarkan oleh buku ini, terselip sedikit kekurangan, yaitu kurangnya sistematisasi penulisan buku terutama di bagian akhir. Serpihan-serpihan gagasan ini masih terkesan “melompat-lompat” dari satu gagasan ke gagasan lainnya, walaupun masih dapat dipahami sebagai sebuah kesatuan ide.

Akan tetapi, dengan wacana dan gagasan kontekstual yang ditawarkan oleh penulisnya, kita masih bisa membaca buku ini secara utuh. Walaupun buku ini ditulis oleh seorang pemikir sekaligus aktivis KAMMI yang isinya lebih kurang ditunjukan bagi para mahasiswa agar mereka kembali terjun sebagai penggiat dan penggerak yang akan  membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Baca Ebook Teach Like Finland

Buku ini memuat rahasia tentang strategi dan anjuran - anjuran yang sangat mudah dipraktekkan dari sistem pendidikan kelas dunia.

Resume Buku Qowaidud Da’wah Ilallah (Part. 1)

Berdakwah itu menabur cinta. Berdakwah itu menabur cinta. Tulisan kali ini merupakan ikhtisar dari buku Qowa’idud Da’wah Ilallah (Kaidah-kaidah Dakwah) karya Dr. Hammam Abdurrahim said.

RUU P-KS, Mengatasi Masalah Tambah Masalah

catatanmasarief.com - Di Indonesia kekerasan seksual menjadi perhatian serius pemerintah sehingga upaya yang kini dilakukan pemerintah untuk menghentikan kasus ini yaitu rencana akan disahkannya RUU P-KS pada tahun ini.

Kopdar Millenial, Inilah Gagasan Untuk Karawang

catatanmasarief.com - Ide dan gagasan yang akan saya sampaikan pada catatan kali ini mengenai solusi mengatasi persoalan sampah di Karawang. Sampah yang kian hari baunya makin menyengat tercium karena banyak bermunculan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) ilegal.

Adakah Rasulullah Dalam Hidup Kita?

catatanmasarief.com - Ada hal yang meresahkan hati dan pikiran saya, bertahun – tahun memperingati maulid, mendengar kajian dan ceramah maulid, adakah Rasulullah dalam hidup kita, terutama pada saya pribadi?

Baca Ebook Konspirasi Bencana Alam

Banjir, kekeringan, tsunami, badai dan letusan vulkanik adalah "senjata masa depan". Buku ini menelanjangi fakta suram tentang siapa yang melakukannya dan mengapa?

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: