Advertisement

Karawang dan Tantangan Bonus Demografi

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Pada rentang tahun 2020 hingga 2035. Indonesia akan mendapat anugerah bonus demografi. Bonus melimpahnya usia produktif dalam struktur masyarakat yang puncaknya pada tahun 2030.

Pada saat itu jumlah kelompok usia produktif kisaran umur 15-64 tahun jauh melebihi kelompok usia tidak produktif. Kelompok anak-anak usia 14 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 ke atas.

- Advertisement -

Hal inilah yang membawa Indonesia pada dua kemungkinan. Pertama kemungkinan positif, yaitu kemajuan Indonesia di berbagai bidang karena di dorong tenaga kerja produktif dan kreatif.

Kemungkinan kedua adalah sebaliknya. kita justru akan mengalami bencana sosial. Hal itu karena bertumpuknya sumber daya yang tidak memiliki kemampuan dan daya saing di berbagai bidang.

Diawali dengan meningkatnya pengangguran. Lalu meluasnya kriminalitas dan konflik sosial. Sumber daya alam yang melimpah menjadi percuma atau habis dan rusak tak terpelihara.

Bagaimana dengan Karawang dalam menghadapi bonus demografi tersebut?

Tentunya Kabupaten Karawang yang saat ini sudah berusia 385 tahun. Sudah menjadi hal wajib untuk memberikan komitmen kuat dalam upaya pembangunan dan pemberdayaan bagi kelompok-kelompok usia produktif.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang. Pada tahun 2016 jumlah usia produktif (15-64 tahun) di kabupaten ini mencapai angka 59,45 persen. Angka itu dari total keseluruhan penduduk sebanyak 2.295.778 jiwa.

Itu artinya, ada sebanyak 1.364.781 penduduk yang telah masuk kategori sebagai kelompok usia produktif. Jika asumsi kenaikan laju penduduk setiap tahunnya adalah 1,0 persen, maka saat ini Karawang punya sekitar 1.402.257 penduduk usia produktif.

Kemudian jika dikalkulasikan lagi. Pada tahun 2030, Karawang akan memiliki jumlah penduduk sebesar 2.579.952 jiwa. Dari jumlah itu dengan kelompok usia produktif sekitar 58 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 1.507.301.

- Advertisement -

Berdasarkan data tersebut, maka Kabupaten Karawang akan menjadi daerah yang mengalami bonus demografi dengan dua kemungkinan yang telah saya sebutkan. Kemungkinan itu bisa kemungkinan positif atau negatif.

Agar Karawang mengalami kemungkinan positif dari bonus demografi. Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka membangun dan memberdayakan kelompok usia produktif, yaitu pertama, peningkatan pendidikan di Karawang.

Mengutip sebuah kalimat inspiratif Muhammad Jusuf Kalla, “Tidak ada Suatu Negara Maju Tanpa Pendidikan Yang Keras”. Wakil Presiden RI itu menekankan bahwa Pendidikan adalah suatu syarat wajib untuk menjadi bangsa dan negara maju.

Artinya, kualitas pendidikan di Karawang harus menjadi prioritas utama yang dikedepankan untuk dapat meningkatkan kualitas penduduk usia produktif.

Melihat angka partisipasi sekolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karawang bahwa pada tahun 2016, usia 7-12 tahun adalah 100,0. Lalu pada usia 16-18 tahun hanya sekitar 62,07 persen dan usia 19-24 tahun hanya sekitar 12,42 persen.

Kedepan Karawang mempunyai tantangan besar untuk meningkatkan level pendidikan masyarakatnya dari pendidikan dasar menuju ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kualitas pendidikan di Karawang harus menjadi prioritas utama yang dikedepankan untuk dapat meningkatkan kualitas penduduk usia produktif

Angka itu juga menunjukkan jumlah penduduk yang melanjutkan pada pendidikan perguruan tinggi di Karawang masih relatif kecil. Padahal, perguruan tinggi adalah tempat anak-anak muda bisa bereksplorasi dan menemukan inovasi-inovasi, sebelum nantinya mereka terjun ke masyarakat.

Langkah yang bisa ditempuh adalah mendorong masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Upaya yang dapat ditempuh yaitu dengan menyediakan kuota beasiswa bagi siswa – siswi berprestasi dan kurang mampu.

Selain itu, bantuan pendidikan juga dimaksudkan agar bukan hanya mencerdaskan bagi kalangan yang sudah memiliki prestasi akademik saja. Namun juga mengangkat mutu bagi yang mengalami kekurangan dalam hal akademiknya.

- Advertisement -

Kedua bidang kepemudaan. Pemberdayaan bagi anak-anak muda dapat ditempuh dengan melibatkan berbagai organisasi dan komunitas. Organisasi dan komunitas yang ada di Karawang, mulai dari karang taruna hingga himpunan kepemudaan lainnya.

Hal itu akan membuat para anak muda tertarik dan berminat melibatkan dirinya ke dalam berbagai organisasi dan komunitas itu. Minat dan bakat mereka akan tersalurkan dengan baik. Selain itu pula untuk mengangkat keyakinan bahwa pemuda adalah aset paling penting untuk menggerakkan perubahan.

Kemudian mengadakan program-program pemberdayaan bagi anak muda. Program-program tersebut antara lain untuk bidang sosial melalui program sosial project, Pemuda Bersinar (Bersih Narkoba), Pemuda Kreatif. Lalu bidang pertanian melalui Pemuda Tani dan bidang kepemimpinan melalui program Pemimpin Muda Karawang. Khusus untuk tanggap bencana melalui program Pemuda Tanggap Bencana.

Ketiga, kita perlu mendorong berbagai usaha industri kreatif anak-anak muda Karawang. Usaha yang masih konvensional untuk memanfaatkan teknologi. Hal itu sebagai strategi melebarkan usahanya melalui digital marketing.

Selain itu, mengadakan festival produk industri kreatif sampai tingkat kecamatan. Melalui hal itu dapat mendorong motivasi para anak muda Karawang untuk selalu berinovasi dalam usahanya agar lebih maju dan berkembang.

Sekali lagi, bonus demografi atau ledakan penduduk produktif sejatinya bukan menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk maju.

Jika ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Maka bukan tidak mungkin suatu saat nanti, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa-bangsa lainnya.

Lalu khususnya Kabupaten Karawang akan menjadi pelopor dan prototype pembangunan di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

- Advertisement -
Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: