Advertisement

Inilah Tiga Langkah Menjadi Penghafal Al Qur’an

Pada hari sabtu, 23 Februari 2019, Alhamdulillah saya berkesempatan dapat berkumpul bersama anak-anak penghafal Al Qur’an dalam agenda Haflah dan Imtihan Terbuka Tahfidz Al Qur’an yang diselenggarakan oleh SIT Harapan Umat Karawang melalui unit Lembaga Tahsin dan Tahfidz Al Qur’an (LTTQ). Haflah tahfidz Al Qur’an tersebut diikuti oleh peserta sebanyak 160 orang.

Nuansa haru dan bahagia sangat terasa dalam hati melihat mereka di usianya yang masih belia sudah tertanam ayat-ayat Al Qur’an dalam pikiran dan hatinya. Sungguh sangat bangga dan bahagia perasaan orangtua mereka yang hadir menyaksikan dan mengikuti dengan khidmat serangkaian acara tersebut.

Sebagian kaum muslimin mendambakan dapat menjadi penghafal Al Qur’an baik sebagai diri pribadi maupun sebagai orang tua yang memiliki anak-anak penghafal Al Qur’an.

Mengapa demikian? Karena Al Qur’an memiliki banyak keutamaan bagi para orang yang membaca, menghafal dan mengamalkannya.

Diantaranya Al Qur’an sebagai cahaya petunjuk yang akan menerangi dan menuntun kepada keselamatan dunia dan akhirat yang dipadukan dengan cahaya iman.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dahulu kamu (Muhammad) tidak mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian Kami jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki” (QS. asy-Syura: 52).

Dalam ayat lain Allah ta’ala berfirman, (yang artinya), “Wahai umat manusia, sungguh telah datang kepada kalian keterangan yang jelas dari Rabb kalian, dan Kami turunkan kepada kalian cahaya yang terang-benderang” (QS. an-Nisaa’: 174).

Dalam hadist riwayat ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya) “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengangkat (derajat) beberapa kaum dengan Kitab (Al-Qur-an) dan merendahkan yang lainnya dengan Al-Qur-an”  (H.R. Muslim no. 817)

Maksudnya adalah Allah ta’ala mengangkat derajat orang yang membaca, menghafal, mentadabburi dan mengamalkan isi Al Qur’an dan merendahkan derajat orang yang tidak menjalankan hal tersebut dan menjauhi Al Qur’an dengan segala nilai-nilai petunjuknya.

Lebih jelasnya mengenai keutamaan Al Qur’an dan bagaimana Al Qur’an dapat mempengaruhi hidup kita, bisa baca tulisan saya, Dengan Al Qur’an Hati Bersinar.

Mengetahui keutamaan dan mendambakan ingin menjadi penghafal Al Qur’an saja tidak cukup untuk dapat menjadikan kita juga termasuk ke dalam barisan orang-orang penghafal Al Qur’an. Perlu upaya keras dan sungguh-sungguh untuk dapat mewujudkannya. Upaya itulah yang terkadang tidak kita sadari, tidak sadar bahwa menjadi penghafal Al Qur’an bukan jalan yang mudah dan instan.

Mengetahui keutamaan dan mendambakan ingin menjadi penghafal Al Qur’an saja tidak cukup, perlu upaya keras dan sungguh-sungguh untuk dapat menjadi penghafal Al Qur’an

Upaya yang dapat ditempuh dalam menghafal Al Qur’an baik untuk diri pribadi atau bagi anak keturunan kita setidaknya ada tiga, yaitu :

Pertama, niat yang ikhlas karena Allah ta’ala dan komitmen yang kuat.

Niat yang ikhlas merupakan wujud ketaqwaan kepada Allah ta’ala. Dengan ketaqwaan akan melahirkan keberkahan dalam proses menghafal dan juga Insya Allah kemudahan yang Allah ta’ala turunkan sebagai bentuk keridhoannya. Maka dari itu jaga dan bangun hubungan baik dengan Allah ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Lalu komitmen yang kuat merupakan kunci keistiqomahan dalam menjalani proses menghafal, proses yang pasti dalam perjalanannya akan menemui berbagai macam godaan dan rintangan, mulai dari rasa malas, kesulitan-kesulitan dalam menghafal hingga godaan dan cobaan yang datang dari luar diri kita.

Untuk itu patut untuk kita berupaya meluruskan niat dan menguatkan komitmen setiap saat selama proses menghafal berlangsung.

Kedua, bangun situasi dan kondisi lingkungan yang baik dan mendukung dalam proses menghafal.

Situasi dan kondisi lingkungan termasuk ke dalam hal yang dapat mempengaruhi kepribadian dan pola pikir kita. Orang yang sehari-harinya tinggal di lingkungan yang penuh kemaksiatan maka dia akan terbawa menjadi pribadi yang suka bermaksiat dan pola pikirnya pun akan negatif dan tidak melahirkan kebaikan.

Sebaliknya orang yang tinggal dalam lingkungan yang baik maka kepribadian dan pola pikirnya pun insya Allah akan baik. Maka dari itu membangun situasi dan kondisi lingkungan yang baik dan kondusif selama proses menghafal akan berpengaruh membantu kita memudahkan menghafal ayat-ayat Al Qur’an.

Jangan ketika sedang menghafal Al Qur’an, kondisi lingkungan tidak turut mendukung dan kondusif, maka proses menghafal akan mengalami banyak hambatan karena aktivitas yang baik itu harus satu atmosfir dengan lingkungan yang baik.

Ketiga, tawakal kepada Allah ta’ala atas segala ikhtiar yang telah dilakukan

Tawakal adalah menggantungkan segala ikhtiar yang telah ditempuh dengan sunguh-sungguh kepada Allah ta’ala. Artinya tawakal tidak menafikan ikhtiar. Sebagaimana dalam firman Allah ta’ala,

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS. Ali Imran: 159).

Tawakal dalam menghafal Al Qur’an adalah upaya menggantungkan niat dan ikhtiar kita kepada Allah ta’ala dalam proses menjadi penghafal Al Qur’an.

Pada hakikatnya segala suatu yang terjadi adalah atas kehendak-Nya termasuk menjadi penghafal Al Qur’an dan tawakal merupakan bentuk pengharapan agar Allah ta’ala berkenan dan memiliki kehendak menjadikan kita dan anak-anak keturunan sebagai penghafal Al Qur’an.

Dengan tiga upaya tersebut, semoga menjadi penghafal Al Qur’an bukan lagi sebagai impian tetapi berubah menjadi kenyataan atas izin dan kehendak-Nya. Selamat menghafal.

Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: