Advertisement

Kopdar Millenial, Inilah Gagasan Untuk Karawang

- Advertisement -

Perubahan memang selalu datangnya dari anak muda. Anak muda memiliki potensi untuk melakukan perubahan itu. Potensi itu diantaranya, kesehatan jiwa dan raga, idealisme, semangat, rasa ingin tahu yang tinggi, selalu punya ide-ide segar, visioner dan mampu menyesuaikan diri dengan zaman terutama zaman ini yang sekarang anak muda lebih dikenal sebagai generasi millenial.

Saya hanya sebagian kecil dari generasi muda atau generasi millenial yang ingin perubahan yang lebih baik di Jawa Barat, terutama Bandung dan Karawang.

- Advertisement -

Alhamdulillah, pada hari minggu 03 Maret 2019 saya dapat bersilaturahim dengan kawan-kawan dari Bandung di sebuah tempat biasa anak muda nongkrong, di kawasan Dago, Bandung.

Selama tiga jam penuh dengan ditemani mulai kopi, snack, seblak, es buah dan aneka macam sesajen lainnya kami berdiskusi ringan membahas beragam persoalan yang ada di Jawa Barat khususnya Bandung dan Karawang.

Persoalan itu mulai dari sampah, kesenjangan sosial, kemiskinan, sungai dan masih banyak lagi yang membuat diri ini selalu resah dan gelisah.

Jawa Barat merupakan provinsi yang sangat luas dan padat penduduknya dengan mencakup di dalamnya Kab. Karawang. Terkhusus pada kali ini saya fokus membahas Kab. Karawang.

Kota tercinta tempat dimana saya tinggal dan mengabdi dalam wujud kontribusi kebaikan yang semoga dapat mempengaruhi Karawang menjadi Kabupaten terbaik se-Jawa Barat.

Sebagai sebuah Kabupaten dengan luas 1.753,27 Km2 dan jumlah penduduk sebanyak 2.357.198 jiwa (BPS, 2017). Karawang termasuk daerah yang besar, apalagi dengan beragam potensinya.

Potensi itu mulai dari kawasan industri, pertanian, pariwisata, UKM, perikanan dan menyusul akan mengalami bonus demografi. Berkenaan bonus demografi bisa baca artikel “Karawang dan Tantangan Bonus Demografi”.

Kembali pada diskusi saya dengan beberapa kawan di Bandung, banyak ide dan gagasan solutif yang saya kira dapat direalisasikan untuk membenahi persoalan di Karawang tentunya dengan kolaborasi para anak muda di Karawang baik secara pribadi maupun yang tergabung dalam komunitas dan organisasi kepemudaan.

- Advertisement -

Solusi Untuk Mengatasi Persoalan Sampah

Ide dan gagasan yang akan saya sampaikan pada catatan kali ini mengenai solusi mengatasi persoalan sampah di Karawang. Sampah yang kian hari baunya makin menyengat tercium.

Ditambah lagi dengan banyak bermunculan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) ilegal yang berserakan sampahnya sehingga membuat kita ilfil, namun belum mendapatkan perhatian khusus dan serius dari pemerintah dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersikan Karawang.

Sampah adalah bom waktu yang tidak kita ketahui kapan waktunya akan meledak dan membahayakan kita apabila tidak ditangani secara serius dari sekarang. Kita ketahui bersama bahwa baru-baru ini ratusan ton sampah di Karawang tidak terangkut dan menumpuk di beberapa titik.

Sampah adalah bom waktu yang tidak kita ketahui kapan waktunya akan meledak dan membahayakan kita apabila tidak ditangani secara serius dari sekarang

Dilansir dari republika.co.id bahwa Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengakui ratusan ton sampah rumah tangga tidak bisa terangkut dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang. Hal ini disebabkan karena keterbatasan armada sampah.

Kemudian menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, Wawan Setiawan mengatakan berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang bahwa produksi sampah rumah tangga di Karawang rata-rata mencapai 800 ton per hari.

Solusi untuk mengatasi persoalan sampah ini sudah berjalan di Kota Bandung dan cukup baik hasilnya dalam mengurangi produksi sampah dan persoalan sampah lainnya. Solusi itu adalah gerakan Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan yang kemudian disebut gerakan Kang PisMan. Gerakan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah, OPD, para pelaku usaha, komunitas sampai seluruh warga Karawang.

Gerakan Kang PisMan ini mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengelola sampah sebelum akhirnya diangkut dan ditangani oleh para petugas kebersihan.

Petugas kebersihan tidak mengangkut semua sampah yang dihasilkan karena ada sebagian sampah yang dapat didaur ulang kembali oleh masyarakat untuk menjadi barang baru yang memiliki nilai jual.

Selain gerakan Kang PisMan itu solusi lain adalah dengan merevisi Perda Nomor 09 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah pada pasal 10 ayat 4 yang berbunyi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga wajib dilakukan dalam skala rukun tetangga, rukun warga, desa, kelurahan,dan/atau kecamatan dengan pembinaan teknis dari Perangkat Daerah yang membidangi lingkungan hidup dan kebersihan.

- Advertisement -

Seharusnya penanganan sampah di Karawang harus ditarik ke hulu atau dimulai dari rumah tangga. Salah satunya dengan memilah dan memilih. Dengan begitu kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan akan terbangun dan juga menjaga kebersihan akan suatu menjadi kewajiban.

Penjelasan tentang Kang PisMan dan revisi Perda tentang Pengelolaan sampah ini akan saya paparkan lebih jelasnya pada tulisan berikutnya.

Akhir kata, jika kita menganggap bahwa Karawang adalah rumah kita, maka sudah sepatutnya bagi kita untuk menjaganya agar tetap bersih dan nyaman untuk kita huni dan beraktivitas.

- Advertisement -
Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: