Seberapa Siap Menyambut Bulan Ramadhan?

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Marhaban Yaa Ramadhan, tak terasa beberapa hari lagi kita akan menjumpai bulan yang sangat mulia dan agung yaitu bulan Ramadhan 1440 H. Pada bulan itu kita akan menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim yang beriman yakni, berpuasa, menahan hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari sebagaimana dalam Al Qur’an Allah ta’ala berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al Baqarah : 183).

“… Dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,” (QS. Al Baqarah : 187)

Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan ibadah shalat sunnah tarawih dan qiyamul lail, tak lupa pula dengan ibadah lainnya seperti tadarrus Al Qur’an, infak, zakat dan lain sebagainya.

Selama satu bulan penuh itu pula, Allah ta’ala memberikan berbagai balasan kebaikan atas segala amal shalih yang dilakukan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk keutamaan dari bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Mengetahui keutamaan bulan Ramadhan tersebut, umat muslim diseluruh dunia pun bergegas mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan agar amal ibadahnya pada tahun ini dapat lebih baik dari tahun kemarin. Lalu bagaimana dengan kamu? Level berapa semangatmu dalam menyambut Ramadhan tahun ini?

Mengetahui keutamaan bulan Ramadhan tersebut, umat muslim diseluruh dunia pun bergegas mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan agar amal ibadahnya pada tahun ini dapat lebih baik dari tahun kemarin

Semangat setiap orang dalam mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan 1440 H beragam levelnya. Berikut ini ada lima level semangat dalam menyambut datang bulan Ramadhan.

Seberapa siapkah kamu?

1. Siap Bangeetzz…!!!

Level ini merupakan level semangat dan kesiapan tertinggi dengan kondisi kita yang sudah sangat siap untuk menyambut bulan Ramadhan, kesiapan diri kita terlihat dari upaya persiapan yang dilakukan dengan menjalankan berbagai ibadah seperti puasa sunnah senin – kamis, puasa sunnah ayyamul bidh, puasa sunnah pada bulan rajab dan sya’ban, lalu meningkatkan intensitas shalat sunnah, tilawah Al Qur’an, berinfak dan menuntut ilmu serta membiasakan diri menjaga hati, pikiran dan lisan dalam kebaikan setiap hari. Latihan dan persiapan itu dilakukan agar ketika bulan Ramadhan tiba, sudah terbiasa dalam menjalankan berbagai aktivitas ibadah dan bahkan dapat meningkatkan lagi kualitasnya.

2. Siap Sih…

- Advertisement -

Level ini berada dibawah level sebelumnya. Pada kondisi ini kita siap untuk menyambut bulan Ramadhan karena sebelumnya kita juga menjalankan berbagai ibadah sebagai latihan seperti level sebelumnya, hanya saja waktu latihannya cenderung mendekati awal bulan Ramadhan sehingga tingkat intensitas dan kondisi fisik untuk terbiasa melakukan berbagai ibadah berada di bawah level sebelumnya.

3. Woles bro…

Pada level ini, kondisi yang cenderung santai dalam menyambut bulan Ramadhan, dan sama seperti kebanyakan orang dalam menjalankan segala aktivitas ibadah selama satu bulan penuh. Aktivitas ibadah yang dilakukan biasanya mengalami  peningkatan intensitas ibadah pada awal Ramadhan yang kemudian memasuki pertengahan hingga akhir mengalami penurunan yang tidak sampai meninggalkannya dan beralih fokus pada persiapan menyambut lebaran. Hal ini di sebabkan kurangnya latihan sehingga kondisi hati dan fisik dalam beribadah kurang terlatih dalam menghadapi kejenuhan dan godaan yang datang.

4. Biasa aja…

Sama seperti level ketiga, level ini pun dialami oleh kebanyakan orang, namun berada dibawah level sebelumnya. Diantara kita yang berada pada level ini pada awalnya akan sedikit mengeluh ketika menjalankan ibadah puasa dan berbagai ibadah lainnya. Sehingga akan sedikit terpaksa menjalankannya. Biasanya karena faktor keterpaksaan itu ada sebagian diantara kita yang tanpa udzur gagal dalam menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dan berbagai ibadah sunnah lainnya juga perlahan ditinggalkan.

5. Eh! Sudah Ramadhan ya…

Level terakhir ini merupakan level yang harus kita hindari, karena apabila berada pada level ini berarti termasuk orang yang lalai dengan mengabaikan datangnya bulan Ramadhan. Orang yang berada pada level ini cenderung lupa dengan bulan Ramadhan atau mengganggap bulan Ramadhan sama saja seperti bulan lainnya, sehingga mulai dari awal hingga akhir berbagai ibadah sunnah dan wajib ditinggalkannya atau apabila dijalankan hanya beberapa kali saja sama seperti menjalankannya pada bulan-bulan yang lain.

Nah, dari kelima level tersebut, mari kita renungkan berada pada level berapa semangat kita dalam menyambut bulan Ramadhan. Kondisi semangat kita berbanding lurus dengan kondisi keimanan kita. Semakin besar keimanan kita maka semakin besar pula semangat kita dalam menyambut bulan Ramadhan sehingga kita pun akan bersungguh-sungguh mempersiapkannya. Begitupun sebaliknya rendahnya semangat kita akan membuat motivasi kita lemah dalam menyambut bulan Ramadhan sehingga akan lalai dalam mempersiapkannya.

Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai, yaitu pertama, kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua, dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata. (Kitab Badai’ul Fawaid : 3/699)

Maka dari itu agar banyak berkah dan pahala yang dapat kita petik serta mendapatkan keridhaan Allah ta’ala pada bulan Ramadhan tahun ini, mari dengan semangat maksimal kita persiapkan diri kita dengan memperbanyak amal shalih pada beberapa hari menjelang Ramadhan ini, sebagai modal awal untuk mengarungi bulan Ramadhan tahun ini yang akan datang sebentar lagi.

Ya Allah mudahkanlah dan bimbinglah kami. Aamiin.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Ikhtisar Buku Selamatkan Indonesia

Indonesia tidak mungkin dapat memelihara kemerdekaan, kedaulatan dan kemandiriannya apabila Indonesia menjadi subordinat kepentingan kapitalis dunia.

Baca Ebook Selamatkan Indonesia

Indonesia tidak mungkin dapat memelihara kemerdekaan, kedaulatan dan kemandiriannya apabila Indonesia menjadi subordinat kepentingan kapitalis dunia.

Resume Buku Syarah 10 Muwashafat (Part. 1)

catatanmasarief.com - Buku Syarah 10 Muwashafat mengkaji tuntas tentang sejumlah karakter dan muwashafat orang - orang yang sempurna keimanannya, yang berorientasi ketuhanan, berlapang dada dan bersih hatinya berdasar pada salah satu risalah Imam Hasan Al Banna.

Lima Kesalahan Mahasiswa Selama Kuliah

catatanmasarief.com - Kini, mahasiswa seakan kehilangan jatidirinya. Mahasiswa seakan kehilangan arah dalam melangkah sehingga mereka hanya berani secara fisik semata namun tak berkutik ketika berdialektika. Inilah lima kesalahannya!

Ikhtisar Buku Ma’alim Fii Ath Thariq

Dalam buku ini beliau mengemukakan gagasan tentang perlunya revolusi total, bukan semata-mata pada sikap individu, namun juga pada struktur negara

Kopdar Millenial, Inilah Gagasan Untuk Karawang

catatanmasarief.com - Ide dan gagasan yang akan saya sampaikan pada catatan kali ini mengenai solusi mengatasi persoalan sampah di Karawang. Sampah yang kian hari baunya makin menyengat tercium karena banyak bermunculan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) ilegal.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: Content is protected !!