Islam, Pemuda dan Perubahan Sosial

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Pemuda, mendengar kata itu terbayang dibenak kita sosok yang kuat, tangguh, idealis, visioner, peduli, cerdas, tangkas, tegas, berani dan masih banyak lagi sederet hal positif yang melekat dalam diri pemuda, sederet hal positif yang menjadi potensi untuk diasah, dikembangkan dan diarahkan untuk membawa kebaikan bagi diri dan lingkungannya.

Bagi sebuah bangsa, pemuda adalah agent of change (agen perubahan). Sebuah perjuangan, apapun ideologi yang diperjuangkan, hampir mustahil sukses tanpa kiprah kawula muda. Sejarah membuktikan hal itu. Itulah rahasianya, mengapa Rasulullah menguatkan lini pemuda pada awal dakwahnya.

Pemuda dalam setiap zaman, merupakan pilar kebangkitan. Tidak heran jika pemuda merupakan sosok yang menjadi harapan masa depan. Kepiawaian pemuda dalam mereformasi kehidupan dalam setiap zaman telah tercatat dalam tinta emas sejarah peradaban dunia. Karena siapapun percaya bahwa awal pergerakan menuju pembaharuan yang lebih baik akan selalu dipelopori oleh gerakan-gerakan pemuda.

Idealis, revolusioner, kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan dan semangat yang masih membara merupakan potensi-potensi besar yang ada dalam diri pemuda, oleh karenanya gerakan-gerakan pemuda selalu diharapkan masyarakat dapat memperjuangkan mereka yang diinjak – injak oleh tirani peradaban.

Berbicara mengenai Islam, pemuda dan perubahan sosial akan membahas tentang bagaimana peranan pemuda yang memiliki nilai ketauhidan dalam jiwanya berdakwah menegakkan Islam dan melawan tirani. Islam hadir ke dunia sejak nabi Adam ‘Alaihissalam diturunkan Allah Ta’ala dari surga dan menjadi satu-satunya agama di muka bumi yang kemudian diperjuangkan melalui dakwahnya para nabi dan Rasul.

Dalil yang menguatkan bahwa Islam merupakan satu – satunya agama di muka bumi yang murni berasal dari Allah Ta’ala terdapat dalam Al Qur’an surat Al Anbiya ayat 25, Allah Ta’ala berfirman, “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwa tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’ “.

Kemudian dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak – anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata), ‘Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam’ “ (QS. Al Baqarah [2]: 132).

Sepanjang sejarah, aksi – aksi para pemuda telah menjadi salah satu penentu perubahan sosial – politik di berbagai belahan dunia. Dengan idealisme, kematangan intelektual, dan semangat yang masih berkobar dalam diri, menjadikan pemuda sebagai sosok yang selalu berada di garda terdepan gerbang perubahan.

Dalam catatan sejarah perjalanan dakwah para Nabi dan Rasul pada masa mudanya banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dan dijadikan teladan bagi generasi muda masa kini. Hikmah dan pelajaran tentang perjuangan para Nabi dan Rasul itu dalam berdakwah menegakkan kebenaran dan keadilan serta melawan para penguasa yang dzalim yang menindas dan menyengsarakan masyarakat.

Kita lihat sejarah, pada masa Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, diusia muda beliau berdakwah dan beradu logika dengan raja namrud bin Kana’an yang kemudian menyadarkan masyarakat babilonia atas kesesatan mereka selama menyembah berhala. Sebagai pemuda, Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, berhasil memadukan potensinya yakni kecerdasan, wawasan yang luas dan keberanian untuk berhadapan dengan raja yang juga dikenal cerdas dan kuat.

Sepanjang sejarah, aksi – aksi para pemuda telah menjadi salah satu penentu perubahan sosial – politik di berbagai belahan dunia. Dengan idealisme, kematangan intelektual, dan semangat yang masih berkobar dalam diri, menjadikan pemuda sebagai sosok yang selalu berada di garda terdepan gerbang perubahan

Kemudian, pada masa ketika Nabi Musa dan Harun ‘Alaihissalam. Dua orang pemuda berdakwah kepada fir’aun, seorang raja mesir yang dikenal kuat dan kejam, bahkan mengaku dirinya Tuhan karena saking kuat kekuasaannya. Allah Ta’ala abadikan kisahnya dalam surat As Syu’ara ayat 10 sampai 22. Nabi Musa dan Harun ‘Alaihissalam merupakan dua orang pemuda yang menjadi contoh ketegasan dalam menyampaikan kebenaran kepada pemimpin, walaupun pemimpin itu masih ada ikatan saudara atau keluarga. Karena sampaikanlah kebenaran walaupun itu pahit.

Selanjutnya kisah pertarungan heroik antara seorang anak muda bernama Daud ‘Alaihissalam, yang ditantang oleh seorang perwira berbadan besar dan terkenal kuat bernama Jalut. Dengan pertolongan Allah Ta’ala dan ketangkasannya, pertarungan itu kemudian dimenangkan oleh Nabi Daud ‘Alaihissalam. Pada usianya yang masih sangat muda, sebelum diutus menjadi Nabi dan Rasul, Daud sudah bergabung menjadi pasukan perang yang dipimpin oleh Thalut. Sosok Daud menjadi contoh pemuda yang tangkas dan berani untuk melawan kemungkaran dan kesombongan yang ada dihadapannya.

Gerakan para pemuda yang menjadi rahasia kekuatan dalam setiap kebangkitan itu selalu berawal dari kegelisahan hati dan pikiran mereka, hal itu muncul akibat idealisme yang ada dalam dirinya berbenturan dengan kekacauan yang terjadi dalam tatanan kehidupan sosial. Hal inilah yang menjadi pemicu dan motivasi untuk terus bergerak sampai perubahan dapat terwujud dan kebangkitan serta kebenaran dapat berdiri tegak.

- Advertisement -

Pada masa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam, dalam 40 orang sahabat yang masuk generasi awal pemeluk Islam atau Assabiqunal Awwalun, sebanyak 36 orang berusia muda. Para pemuda itu dibina dan ditempa selama 13 tahun di rumah Arqam bin Abil Arqam untuk menjadi pasukan dakwah yang membantu dan membela perjuangan dakwah Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam. Selama 23 tahun fase dakwah Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam, pemuda menjadi pembuka dan perantara terwujudnya kemenangan dakwah.

Imam Syahid Hasan Al Banna, pendiri Ikhwanul muslimin telah menulis ungkapan yang bergitu indah tentang sosok pemuda dalam Majmu’atur Rasail, “Sejak dahulu hingga sekarang generasi muda dalam setiap kebangkitan adalah rahasia kekuatannya, dan dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”.

Di Indonesia, kemerdekaan bangsa dapat diraih tidak lepas dari peranan para pemuda. Soekarno, Hatta, Jendral Soedirman, Mayor Daan Mogot, Sukarni dan Margonda adalah contoh bagaimana kemerdekaan dibayar dengan pikiran, waktu dan usaha para pemuda. Kemudian darah perjuangan pemuda Arief Rahman Hakim menjadi awal kemenangan gerakan mahasiswa 1966. Meski diwarnai kontroversi karena dianggap ditunggangi pihak lain tak menjadikan alasan bagi kita untuk tak menghargai perjuangan mereka.

Secara nyata Orde Lama yang dipelopori Soekarno juga tumbang oleh pemuda. Naiknya Orde Baru yang dipimpin Soeharto tidak menjadikan sikap kritis dan peka atas penderitaan rakyat hilang. Bahkan ketika krisis moneter muncul ke permukaan akibat KKN Soeharto dan para kroninya telah membawa sebuah akhir yang tragis dengan diturunkan paksa oleh mahasiswa dan rakyat dengan Sidang Istimewa MPR tahun 1998.

Itulah beberapa peristiwa sejarah yang dicatat oleh tinta emas dalam catatan sejarah dunia yang juga termaktub dalam Al Qur’an. Catatan sejarah yang menggambarkan kehebatan pemuda dalam menjadi kunci rahasia setiap perjuangan kebangkitan.

Sejak dahulu hingga sekarang generasi muda dalam setiap kebangkitan adalah rahasia kekuatannya, dan dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya

Pada realita saat ini, begitu miris kita saksikan kondisi pemuda di Indonesia, ketika demokrasi kapitalisme telah merampas setiap sendi-sendi kehidupan mereka, bahkan memadamkan api semangat perjuangannya. Ya. Berbicara soal realita, tidaklah salah jika para pemuda masa ini diperbudak dan dibuat terlena oleh berbagai pengaruh – pengaruh yang membuat mereka kehilangan jati dirinya sebagai seorang visioner masa depan.

Aksi para pemuda yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar saat ini yang menuntut tegaknya keadilan dan persatuan menjadi sebuah harapan bahwa diantara berbagai peliknya kebobrokan moral pemuda saat ini, ‘masih’ ada segelintir pemuda yang ‘masih’ berani bermimpi untuk ‘kemerdekaan’ bangsanya kelak, ‘masih’ ada segelintir orang – orang yang memperjuangkan hak – hak mereka yang telah dirampas, ‘masih’ ada pemuda yang akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa ini, menjunjung tinggi syariat islam yang merahmati seluruh alam.

Sesungguhnya, perjuangan ini tidak membutuhkan banyak orang yang hanya berniat setengah – setengah, namun pemuda yang berazzam kuat kepada – Nya dan dengan rela ikut andil untuk berjuang menuju cita – cita pembaharuan dan kemenangan serta yang dinanti untuk bergabung dalam kereta dakwah untuk mewujudkan misi perubahan menuju masyarakat madani.

Presiden Soekarno pernah berkata, “Beri aku 1000 orang tua, maka akan ku cabut gunung Semeru beserta akarnya, beri aku 10 pemuda, maka akan ku guncang dunia”. Kutipan dari orasi sang proklamator kemerdekaan Indonesia hingga saat ini masih menjadi pemantik api semangat gerakan pemuda. Pemantik yang dibutuhkan saat gerakan pemuda sedang mengalami kemunduran karena derasnya arus kebebasan dan gaya hidup hedonisme yang melenakan.

Wahai pemuda tinggalkan game online-mu, tinggalkan gossip dan obrolan sia – siamu, hentikan pertikaian dan perpecahan karena fanatisme buta, sekarang saatnya bergerak, bangkitlah dan lakukan perubahan.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Tiga Langkah Menjadi Pemimpin Patriotik, Kreatif dan Kolaboratif

catatanmasarief.com - Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan. Seorang pemuda harus sadar bahwa masa depan bangsa dan kepemimpinan negara berada di tangannya.

Baca Ebook Orangtua Cermat Anak Sehat

catatanmasarief.com - Orangtua punya tanggung jawab untuk mempelajari dasar - dasar kesehatan anak jika ingin menjadi dokter pertama dan terbaik bagi anaknya. Siap menjadi dokter pertama dan terbaik bagi anak Anda? Gali ilmunya dalam buku ini dan selamat membaca.

RUU P-KS, Mengatasi Masalah Tambah Masalah

catatanmasarief.com - Di Indonesia kekerasan seksual menjadi perhatian serius pemerintah sehingga upaya yang kini dilakukan pemerintah untuk menghentikan kasus ini yaitu rencana akan disahkannya RUU P-KS pada tahun ini.

Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam?

catatanmasarief.com - Tulisan saya kali ini merupakan ikhtisar dari sebuah buku yang berjudul “Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam” karya Dr. Fathi Yakan.

Strategi Saat Kerja di Rumah Akibat Wabah Corona

Bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) menjadi pilihan bagi banyak karyawan pada saat ini. Bagaimana membuat karyawan agar tetap produktif?

Angin, Antara Nikmat, Peringatan dan Adzab

catatanmasarief.com - Tanda yang membuktikan segala urusan itu ada di genggaman Allah dan diatur penuh oleh diri-Nya adalah angin. Angin yang hadir membawa nikmat dan terkadang membawa peringatan.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: