Awas Istidraj, Jebakan Nikmat Padahal Azab

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Hai sobat mas Arief, pernahkah dalam hidup kita merasakan mendapatkan banyak keberkahan hidup, rezeki lancar, karir lancar, keluarga pada sehat semua pada saat sebenarnya ibadah kita tidak terlalu taat dan rajin?

Atau pernahkah melihat orang lain, baik itu teman, kerabat kita yang ibadahnya biasa aja atau tidak taat beribadah tapi hidupnya nyaman dan bergelimang kenikmatan? Sehingga kadang membuat sebagian dari kita iri dengan mengatakan, “wah enak yak lo jadi dia” atau bertanya-tanya, “kok bisa ya?”

Secara pribadi, saya pernah merasakan hal itu. Merasa hidup lancar, rezeki lumayan untuk memenuhi kehidupan.

Pernah suatu ketika berangkat aktivitas kesiangan, jika kesiangan otomatis awalnya karena ibadah subuhnya juga kesiangan, namun pas diperjalanan seakan jalanan itu sepi tanpa hambatan macet di jalan atau karena melewati perlintasan kereta seperti biasanya, sehingga akhirnya tidak terlambat sampai di tempat kerja.

Saya merasa ada yang keliru dan bukan pakarnya juga untuk bahas hal ini. Saya coba belajar dan tanya-tanya ustadz, kemudian mendapatkan jawaban bahwa kehidupan yang nyaman saat ibadah tidak terlalu taat bahkan bisa dibilang sedang jauh dari Allah itu istidraj namanya.

Secara istilah, istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.

Istidraj pada dasarnya merupakan sunatullah. Sebagai sunatullah, artinya dapat berlaku kepada siapa saja.

Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam pernah bersabda, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, “Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Ada juga yang mengatakan bahwa istidraj itu azab yang dibungkus dengan kenikmatan. Lah, azabnya dimana?

Secara istilah, istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah

Nah itu, semakin banyaknya kenikmatan yang datang dari Allah, membuat penerimanya semakin jauh dari Allah yang kemudian dapat melahirkan kesombongan karena tidak adanya rasa syukur yang membuatnya ingat dan taat terhadap Allah Ta’ala.

Belajar mengenai istidraj ini membuat saya jadi khawatir, khawatir jika hati saya tidak peka dan selalu merasa bahwa setiap kenikmatan yang datang itu berkah dari Allah.

Merasa semuanya sebagai hasil dari jerih payah usaha pribadi atau husnudzon dengan orang – orang di sekitar yang selalu mendo’akan saya dan keluarga.

Perasaan itu yang membuat saya khilaf untuk berpikir dan merenungi kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan terhadap sesama makhluk dan Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Istidraj itu ibarat seperti memberikan uang parkir kepada penyedia layanan parkir tidak resmi yang biasa terjadi di tempat – tempat perbelanjaan. Sebagian dari kita memberikan uang parkirnya dengan perasaan terpaksa.

Sama halnya seperti Allah memberikan segala nikmat-Nya kepada seorang hamba yang bermaksiat bukan karena keridhoan-Nya tapi atas dasar murka-Nya. Na’udzubillah.

Ada satu ayat yang membuat saya ngeri apabila memikirkan tentang istidraj ini. Ayat itu ada dalam surat Al An’am ayat 44. Allah Ta’ala berfirman,

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu – pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Membaca terjemahan tafsir Al Jalalain, disebutkan, “Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka.

Segala kenikmatan itu sampai membuat mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba – tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”

Dari penjelasan dalam tafsir Al Jalalain, bahwa istidraj terjadi melalui beberapa tahapan.
Pertama, bahwa Allah Ta’ala memberi peringatan kepada seseorang, tetapi yang bersangkutan tidak sadar dan lupa diri.

Kedua, karena lupa diri, orang tersebut makin banyak berbuat dosa dan kejahatan sehingga tenggelam dalam kesesatan.

Ketiga, bahwa Allah Ta’ala dengan sengaja memberikan berbagai kenikmatan dan kemudahan, sehingga yang bersangkutan makin leluasa dalam melakukan berbagai tindak kejahatan.

Keempat, bahwa pada saat sudah tiba waktunya, Allah Ta’ala harus menyiksa dan mengazabnya dengan siksaan yang datang tiba – tiba dan melalui cara yang tidak terduga.

Akhir ayat itulah yang membuat saya ngeri, yaitu azab yang datangnya tiba – tiba. Azab yang bisa terjadi di dunia, seperti harta yang Allah ambil dengan beragam cara, keluarga yang Allah buat berantakan, sampai kesehatan fisik yang berubah jadi lemah dan sakit tak berdaya. Lalu azab akhirat yang dirasakan paska kematian datang menjemput.

Sobat, Semoga kita termasuk orang – orang yang mendapatkan kenikmatan dari Allah Ta’ala karena cinta-Nya bukan karena murka-Nya, agar berkah yang di dapat bukan azab.

Dan juga semoga hati kita diberikan kepekaan untuk selalu merasa takut jika selalu mendapat karunia Allah, sementara kita tetap dalam perbuatan maksiat kepada – Nya, jangan sampai karunia itu semata – mata istidraj oleh Allah.” Wallahua’lam.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Rindu Yang Mendalam Kepada Rasulullah SAW

catatanmasarief.com - Salah satu nikmat yang Allah berikan kepada manusia yang ditanamkan dalam hati adalah rasa rindu kepada seseorang.

Wakaf Buku Sirah, Gerakan Membangun Peradaban Mulia

Novia Permatasari tergerak untuk melakukan sebuah kontribusi perbaikan dengan melakukan gerakan sosial yaitu, gerakan wakaf buku bersama komunitas KUBAH.

Baca Ebook Orangtua Cermat Anak Sehat

catatanmasarief.com - Orangtua punya tanggung jawab untuk mempelajari dasar - dasar kesehatan anak jika ingin menjadi dokter pertama dan terbaik bagi anaknya. Siap menjadi dokter pertama dan terbaik bagi anak Anda? Gali ilmunya dalam buku ini dan selamat membaca.

Bisakah Karawang Bebas Banjir?

catatanmasarief.com - Cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan banjir kembali melanda Kabupaten Karawang. Lalu bisakah Karawang bebas banjir?

Resume Buku Qowaidud Da’wah Ilallah (Part. 1)

Berdakwah itu menabur cinta. Berdakwah itu menabur cinta. Tulisan kali ini merupakan ikhtisar dari buku Qowa’idud Da’wah Ilallah (Kaidah-kaidah Dakwah) karya Dr. Hammam Abdurrahim said.

Baca Online Ebook Api Sejarah

API SEJARAH, karya Ahmad Mansur Suryanegara, yang lebih mengkhususkan koreksi terhadap penulisan sejarah Indonesia telah membangkitkan kesadaran bersejarah umat Islam Indonesia.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: