Adakah Rasulullah Dalam Hidup Kita?

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Hari ini akhir pekan yang sama seperti minggu sebelumnya, akhir pekan yang biasa saya isi dengan beraktivitas bareng keluarga. Cuman agak sedikit beda karena disaat libur sekolah gini saya mesti ngisi jadwal les tambahan di Karawang.

Tiada hari tanpa buka media sosial. Media sosial hari ini lagi ramai dengan konten tentang maulid Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam. Setiap saya buka langsung pertama yang muncul tentang maulid Nabi, mulai dari poster ucapan, konten status sampai konten video ceramah memenuhi isi WA, facebook dan Instagram.

Suatu hal positif yang membuat kita yang mungkin lupa jadi ingat, bahwa hari ini bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awwal 1441 H, tanggal dimana mayoritas ulama sepakat sebagai tanggal kelahiran dari sang pelopor perubahan dunia, suri tauladan utama yakni Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam.

Saking ramainya orang – orang memperingati maulid Nabi. Akhirnya saya jadi ingin ikutan juga menulis tentang maulid Nabi.

Sebenarnya saya bukan orang yang paham betul tentang sejarah dan hadist – hadist Rasulullah, justru masih harus banyak belajar dan menanamkan nilai – nilai sunnahnya dalam kehidupan sehari – hari, yang kemudian semoga menambah kecintaan dan munculnya perasaan rindu yang mendalam kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.

Setiap menulis suatu hal tentu mesti membaca bacaan – bacaan tentang hal yang akan saya tulis. Ketika sedang asyik melihat postingan – postingan netizen di Instagram, ada postingan menarik dari ustadz Salim A. Fillah yang bercerita tentang beberapa hal pribadi dari diri Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.

Postingan itu menarik karena menceritakan kondisi fisik yang begitu sempurna dan beberapa kebiasaan mulia yang selalu dilakukan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.

Walaupun sudah sedemikian seksama saya membacanya, tetap tak mampu membayangkan gambaran bagaimana sosok diri dari Rasulullah itu, yang hadir justru rasa rindu ingin berjumpa dengan sosok agung kekasih Allah itu.

Semakin tersentuh dengan gambar ilustrasi maket keadaan makam Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, Ash Shiddiq Abu Bakar dan Al Faruq ‘Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhuma pada awalnya, dengan kamar ibunda kita A’isyah Radhiyallahu ‘Anha di sebelahnya. Betapa bersahaja dan betapa agungnya yang menjadi latar dari caption postingan itu.

 

View this post on Instagram

 

TENTANG DIA ﷺ dari Twitter: @salimafillah . ILUSTRASI: Maket Keadaan Makam Rasulullah ﷺ, Ash Shiddiq, dan Al Faruq Radhiyallahu ‘Anhuma pada awalnya, dengan kamar Ibunda kita ‘Aisyah di sebelahnya. Betapa bersahaja. Betapa agungnya.😭 . Shalih(in+at); berikut beberapa hal pribadi dari diri kekasih Allah Muhammad ﷺ; sebagian besarnya terambil dari Asy Syamail Al Muhammadiyyah karya Imam At Tirmidzi. . 1. Perawakan Sang #Nabi ﷺ tidak tinggi, tidak pendek. Rambutnya tidak keriting, tak pula lurus. Wajah beliau tak bulat, bukan pula persegi. . 2. Kulit Sang #Nabi ﷺ cerah, putih kemerah-merahan. Rambutnya disisir ketika sebahu, digerai ketika sepapak daun telinga. Dahi beliau lebar. . 3. Alis Sang #Nabi ﷺ melengkung panjang, tebal, & nyaris bertaut di tengah. Di antara keduanya terdapat urat yang memerah kala beliau marah. . 4. Bola mata Sang #Nabi ﷺ indah & hitam, bulu matanya lentik menawan. Hidungnya mancung, bagian atasnya memancar cahaya. Dua pipinya datar. . 5. Janggut Sang #Nabi ﷺ menggaris dari depan telinga, menebal menuju dagu. Mulutnya lebar, gigi-giginya besar, dari selanya memancar cahaya. . 6. Dari bawah janggut Sang #Nabi ﷺ menggalur ke bawah bebulu halus, lewat leher, melebat di dada, melajur bagai tongkat hingga ke pusarnya. . 7. Leher Sang #Nabi ﷺ jenjang & indah. Perut beliau sama rata dengan dadanya nan bidang. Jarak antara kedua bahu lebar. Persendiannya kokoh. . 8. Lengan Sang #Nabi ﷺ panjang, tapak tangan lebar & tebal, jemarinya ramping. Telapak kaki beliau cekung, halus hingga airpun tak menempel. . 9. Sang #Nabi ﷺ berjalan dengan langkah kaki lebar, begitu langsam seolah menuruni bukit, tubuh beliau ikut berguncang anggun tiap langkah. . 10. Bila menoleh, #Sang Nabi ﷺ berbalik dengan seluruh badan, lebih sering menunduk dibanding mendangak, melihat dengan sepenuh perhatian. . 11. Dulu #Nabi ﷺ suka menyisir rambut ke belakang mirip Ahli Kitab. Saat nyata keingkaran mereka, beliau selisihi dengan menyisir belahnya. . 12. Sang #Nabi ﷺ suka meminyaki rambutnya. Kata Anas, uban beliau nan kurang dari 20 helai jadi tersamar. Beliau gemar merapikan janggutnya. . (Bersambung ke COMMENTS)

A post shared by Salim A. Fillah (@salimafillah) on

Sobat, setiap tahun kita memperingati maulid nabi, bersuka cita kita dengan beragam kegiatan yang diisi dengan kajian – kajian yang membahas tentang Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.

Ada hal yang meresahkan hati dan pikiran saya, bertahun – tahun memperingati maulid, mendengar kajian dan ceramah maulid, adakah gaya hidup nabi yang menjadi gaya hidup kita, terutama pada saya pribadi?

Menduplikasi gaya hidup seseorang ke dalam gaya hidup kita, tentunya harus kenal dengan orang yang kita akan ikuti gaya hidupnya.

- Advertisement -

Seperti seorang penggemar yang sangat mengenali betul artis idolanya dan selalu update kondisi terkini dalam kehidupannya, sehingga akhirnya baik secara sadar atau tidak, gaya hidup artis itu menjadi panutan gaya hidup penggemarnya.

Jika kita berbicara sahabat Rasulullah yang menduplikasi gaya hidup dan setiap amal sholeh Rasulullah, mungkin itu hal yang wajar, karena mereka hidup dan tinggal dekat dengan Rasulullah.

Sebut saja sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq dan ‘Umar bin Khattab yang selalu berlomba – lomba menjadi yang paling pertama dan optimal dalam melaksanakan setiap sunnah Rasulullah, baik yang diperintahkan secara lisan maupun ditunjukkan melalui perbuatan.

Menduplikasi setiap gaya hidup Rasulullah, berbeda dengan duplikasi gaya hidup artis oleh penggemarnya. Menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam setiap gaya hidup kita dalam rangka mengamalkan sunnah, mesti dilandasi keimanan yang kuat dan prinsip yang benar.

Dengan keimanan yang kuat akan mendorong kita untuk mempelajari hal – hal yang terkait dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam. Mulai dari ciri – ciri fisiknya, sejarahnya, keluarganya sampai para sahabat yang ada di sekelilingnya, yang menemani perjuangan dakwahnya.

Dengan keimanan yang kuat akan mendorong kita untuk mempelajari hal – hal yang terkait dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam

Kemudian mengamalkannya juga butuh pengorbanan yang kuat serta berlandaskan pada prinsip yang benar, apalagi pada zaman seperti sekarang ini.

Zaman dimana banyak orang yang merasa aneh dengan hal – hal yang nyunnah. Sehingga perlu jalan bareng dengan orang – orang yang dapat menguatkan di saat lemah dan mengingatkan di saat lupa.

Seandainya peringatan maulid Nabi membawa dampak yang signifikan pada setiap sendi – sendi kehidupan masyarakat, bukan berarti sebelumnya tidak ada dampaknya sama sekali ya. Insya Allah tidak akan pernah ada kebijakan – kebijakan pemerintah yang nyeleneh terhadap hal – hal yang berkaitan dengan Islam.

Lalu tidak akan pernah ada fanatisme berlebihan di kalangan anak muda, yang sampai jatuh korban jiwa karena mati – matian membela panutannya atau tim kesayangannya, karena yang sepatutnya wajib kita fanatik itu hanya kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam sebagai suri teladan utama.

Sobat, memperingati maulid Nabi ini merupakan hal yang harus tetap ada, sebagai salah satu upaya menyiarkan dakwah Islam kepada seluruh lapisan masyarakat. Namun peringatan maulid ini jangan sampai hanya sebagai reminder satu tahun sekali dalam mengingat Rasulullah.

Maulid Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam, Justru harus sebagai pemantik bagi kita untuk terus mencari dan memperdalam wawasan kita tentang Rasulullah, yang kemudian rekam jejak hidupnya kita ikuti dan amalkan sebagai gaya hidup pada sebelas bulan kedepannya.

Semoga Allah membimbing kita menjadi pribadi yang istiqomah dalam meneladani Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam. Wallahu a’lam.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Karawang dan Tantangan Bonus Demografi

catatanmasarief.com - Pada rentang tahun 2020 hingga 2035 Karawang akan mengalami bonus demografi. inilah upaya yang dapat dilakukan dalam memanfaatkannya.

Cegah Sengketa Waris Dengan Mempelajari Ilmunya

catatanmasarief.com - Persoalan warisan masih menjadi hal yang tabu dan sensitif bagi sebagian orang yang berakibat pada salahnya pembagian.

Jadilah Tokoh Publik dengan Memenuhi Tiga Level Personal Branding

Menjadi tokoh publik yang kredibel, kita harus memiliki personal branding yang baik. Caranya adalah dengan memenuhi tiga level dalam personal branding.

Adakah Rasulullah Dalam Hidup Kita?

catatanmasarief.com - Ada hal yang meresahkan hati dan pikiran saya, bertahun – tahun memperingati maulid, mendengar kajian dan ceramah maulid, adakah Rasulullah dalam hidup kita, terutama pada saya pribadi?

Baca Ebook Wajah Syariat Islam di Media

Di media, wajah syariat Islam tak ramah. Ia seakan menjadi momok yang menakutkan, terutama bagi orang yang ingin berkunjung ke Aceh. Syariat Islam sering diberitakan secara vulgar.

RUU P-KS, Mengatasi Masalah Tambah Masalah

catatanmasarief.com - Di Indonesia kekerasan seksual menjadi perhatian serius pemerintah sehingga upaya yang kini dilakukan pemerintah untuk menghentikan kasus ini yaitu rencana akan disahkannya RUU P-KS pada tahun ini.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: