Memahami Psikologis Siswa Angkatan Covid-19

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Pendidikan tahun pelajaran 2019/2020 mengakhiri kisahnya dengan beragam aktivitas pendidikan yang dilaksanakan dari rumah. Mulai dari serangkaian kegiatan pembelajaran dan ujian sampai acara wisuda dan pelepasan siswa kelas 6 dilaksanakan melalui perantara media daring, sehingga para siswa cukup #dirumahaja.

Sejak pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan agar segala pelaksanaan pendidikan dilakukan secara jarak jauh. Para guru dan siswa berusaha menyesuaikan diri agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Tidak terkecuali para orangtua juga turut membantu putra-putrinya menjalani proses belajar di rumah.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh (PJJ) melalui daring ini menjadi hal yang baru dan menarik menurut sebagian kalangan. Antusiasme siswa, guru dan orangtua pun tinggi apalagi sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua aktivitas dilakukan dari rumah.

Kini sudah hampir 4 bulan berlalu, berbagai persoalan yang dihadapi baik guru maupun siswa dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini bermunculan.

Dari persoalan yang dihadapi guru, menurut Kemendikbud bahwa ada sekitar 60 persen guru yang walaupun mereka tidak ada hambatan di akses internet, gawai, dan sebagainya, tapi masih belum punya kecakapan yang optimal untuk mengintegrasikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini dengan perangkat digital. (mediaindonesia.com)

Kemudian persoalan yang dihadapi para siswa dan orangtua pun beragam, mulai dari kesulitan mengerjakan tugas, bahkan sampai ada beberapa sekolah yang membebani siswanya dengan tugas yang begitu banyak.

Persoalan yang dihadapi siswa tersebut terjadi karena mereka kesulitan memahami tugas yang diberikan sebagai akibat dari keterbatasan media yang digunakan untuk belajar secara daring, sehingga penerimaan pesan yang telah disampaikan oleh guru jadi tidak maksimal. Selain itu sebagian orangtua pun juga tidak dapat mendampingi putra-putrinya fulltime dalam mengerjakan tugasnya.

Persoalan yang dihadapi siswa terjadi karena mereka kesulitan memahami tugas yang diberikan sebagai akibat dari keterbatasan media yang digunakan untuk belajar secara daring

Sebagai guru di SIT Harapan Umat Karawang, saya pun merasakan persoalan itu. Walaupun SIT Harapan Umat Karawang tidak terlalu memberikan tugas yang begitu banyak, tetap saja sebagian siswa kami mengalami kendala dan persoalannya masing-masing selama menjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini.

Segala persoalan tersebut tentunya sangat berdampak pada kondisi psikologis, terutama bagi siswa. Hal ini sangat patut jadi bahan perhatian yang serius mengingat pemerintah belum menentukan kapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini berakhir.

Siswa angkatan tahun pelajaran 2019/2020 dan angkatan tahun pelajaran baru yakni tahun 2020/2021 disebut sebagai siswa angkatan Covid-19, karena mereka mengalami dan menjalani proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

Berupaya memahami kondisi psikologis siswa angkatan Covid-19 ini, SIT Harapan Umat Karawang melakukan langkah tepat menjelang tahun pelajaran baru 2020/2021, yaitu dengan melaksanakan pelatihan Digital Learning yang diawali dengan materi Peran Guru dalam ke-BK-an sebagai Coacher and Conselor.

Materi ini disampaikan secara daring oleh Ana Susanti, M.Psi. Seorang Widyaiswara Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan dan Konseling (PPPPTK Penjas dan BK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada sesi ini kami para guru diberikan pemahaman terkait kondisi psikologis siswa saat ini dan cara penanganan segala persoalannya melalui optimalisasi peran guru BK atau Bimbingan dan Konseling.

- Advertisement -

Hal ini bertujuan sebagai penguatan peran dan fungsi guru BK (Bimbingan dan Konseling) di SIT Harapan Umat Karawang, mulai dari TKIT, SDIT, SMPIT dan SMAIT, tak terkecuali persoalan psikologis siswa yang dihadapi oleh guru Al Qur’an dalam Bidang LTTQ (Lembaga Tahsin dan Tahfidz Al Qur’an).

Di sisi lain bertujuan agar kami dapat memahami kondisi psikologis siswa selama belajar di rumah, dan memberikan healing teraphy kepada para siswa atas segala persoalan psikologisnya selama proses berlangsungnya dan pasca Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dalam paparan materinya, Ana Susanti, M.Psi. mengatakan bahwa kemajuan teknologi saat ini sangat mempengaruhi bukan hanya pada sisi kemajuan proses pendidikan, tapi juga menyentuh aspek kondisi psikologis siswa. Kondisi psikologis yang dimaksud adalah dampak dari akibat tingginya angka penggunaan gawai atau smartphone pada anak dan remaja.

Kemajuan teknologi saat ini sangat mempengaruhi bukan hanya pada sisi kemajuan proses pendidikan, tapi juga menyentuh aspek kondisi psikologis siswa

Sebanyak 93,52 persen penggunaan media sosial oleh individu Indonesia berada pada usia 9-19 tahun dan penggunaan internet (selain medsos) oleh individu sebanyak 65,34 persen berusia 9-19 tahun. Umumnya penggunaan internet melalui gawai atau smartphone untuk mengakses media sosial, termasuk youtube dan tiktok serta gim daring.

Kemudian dengan datangnya masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, peningkatan angka penggunaan gawai pada anak-anak semakin tidak dapat dihindari lagi, terlebih sejak pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pemberian gawai kepada anak yang alih-alih untuk keperluan belajar selama PSBB, namun karena minimnya kontrol dan pengawasan orangtua karena berbagai kesibukan dalam aktivitas bekerja dan urusan rumah tangga, akhirnya gawai lebih banyak digunakan untuk mengakses media sosial dan bermain gim daring.

Sehingga dari kondisi ini para orangtua dan guru patut bekerjasama untuk memperhatikan dan memahami kondisi psikologis putra-putrinya. Lalu kemudian juga waspada akan bahaya kecanduan bermain gawai, terlebih organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan bahwa kecanduan bermain gim sebagai gangguan kesehatan jiwa, dengan banyaknya kasus yang telah terjadi. End.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Kiat Memikat Hati Objek Dakwah

catatanmasarief.com - Tulisan kali ini resume sebuah buku berjudul “Bagaimana Menyentuh Hati” karya Abbas As-Siisi. Buku ini mengajarkan pada kita, setiap muslim, cara berdakwah yang menyentuh hati. Cara yang sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Isti’ab, Meningkatkan Kapasitas Rekrutmen Dakwah

Tulisan kali ini ikhtisar dari sebuah buku buah tangan dari Syaikh Fathi Yakan dengan judul asli, Al-Isti’ab fi Hayatid-Da’wah wad Da’iyah, hasil jerih payah yang panjang dan dan buah berbagai pengalaman pahit dalam kancah perjuangan Islam

Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam?

catatanmasarief.com - Tulisan saya kali ini merupakan ikhtisar dari sebuah buku yang berjudul “Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam” karya Dr. Fathi Yakan.

Baca Online Ebook Homo Deus

Buku Homo Deus mengeksplorasi proyek, impian dan mimpi buruk yang akan membentuk abad 21, mulai dari mengatasi kematian hingga menciptakan kehidupan buatan.

Kolaborasi Peduli Kesehatan Masyarakat Karawang

catatanmasarief.com - Alhamdulillah, saya bekerjasama dengan tim dokter dari RS Dewi Sri Karawang, menyelenggarakan kegiatan Khitanan Massal gratis bagi masyarakat Karawang,

Baca Ebook Politik Islam (Siyasah Syar’iyah)

Buku Politik Islam ini penjelasan dari kitab as-Siyasah as-Syar'iyah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

  1. banyak kelemahannya pak
    apalagi bagi ortu yang belum melek IT
    anak jadi lebih banyak mengakses media sosial daripada belajar
    tapi ya bagaimana pandeminya masih jauh dari kata aman

    • Iya, penting bagi orang tua yg hidup di zaman sekarang untuk bisa IT walaupun yg paling sederhananya tau medsos dan hal² yg berkenaan dengan tugas online anaknya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: Content is protected !!