Mengatasi Masalah Psikologis Siswa Angkatan Covid-19

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Ketidakpastian kapan sekolah akan kembali dibuka menjadikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) metode daring tidak terelakkan untuk tahun pelajaran 2020/2021. Walaupun ada wacana sekolah akan dibuka kembali pada pertengahan bulan Juli 2020. Hal itu masih dalam proses pertimbangan Kemendikbud karena memperhatikan pertimbangan terkait protokol kesehatan dan faktor keamanan siswa dan pendidik.

Selain itu, sangat perlu memastikan metode belajar yang menyesuaikan kondisi psikologis siswa di awal tahun ajaran. Hal itu mengingat hasil evaluasi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama 4 bulan ke belakang, siswa banyak mengalami stres dan tekanan selama belajar secara jarak jauh karena dampak pandemi Covid-19.

Berbicara tentang kondisi psikologis siswa. SIT Harapan Umat Karawang telah mengambil langkah tepat dengan menyiapkan para guru untuk siap menyambut siswa pada awal tahun ajaran dengan pelatihan Digital Learning materi Peran Guru dalam ke-BK-an sebagai Coacher and Conselor bersama Ana Susanti, M.Psi.

Peran guru sangat penting bagi keberlangsungan pembelajaran tahun pelajaran 2020/2021. Oleh karena itu guru diharapkan dapat memberikan ‘stress healing’ kepada siswa agar benar-benar siap menjalani proses pembelajaran selama 1 tahun ke depan.

Guru bukan hanya berperan sebagai pendidik yang memberikan pengajaran, tetapi juga sebagai konselor yang membantu siswa dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapinya selama proses pembelajaran. Ana Susanti, M.Psi mengatakan dalam paparan materinya, “Seorang guru belum tentu seorang konselor, tetapi konselor pasti seorang guru”

Dalam suatu lembaga pendidikan, sangat penting memiliki guru yang fokus menyelesaikan persoalan siswa diluar persoalan yang berkaitan dengan mata pelajaran. Oleh karena itu keberadaan guru BK (Bimbingan dan Konseling) merupakan suatu kebutuhan bagi sebuah lembaga pendidikan.

Lebih lanjut, Ana Susanti, M.Psi mengatakan bahwa Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah memiliki peranan sangat penting demi perkembangan optimal siswa. Guru BK bukanlah polisi sekolah, jadi tidak seharusnya guru BK menjadi tim tatib sekolah. untuk hal ini guru BK hanya sebagai pendukung dari adanya penegakkan tata tertib di sekolah.

Seorang guru belum tentu seorang konselor, tetapi konselor pasti seorang guru

Agar siswa lebih percaya dan akrab dengan BK maka guru BK wajib memiliki banyak soft skill agar dapat mengayomi siswa secara mendalam untuk menciptakan keamanan bagi siswa yang berkonsultasi ke BK. Selain itu juga harus paham kelebihan dan kebutuhan siswa berdasarkan data-data yang valid bukan asumsi semata.

Kemudian agar guru BK maupun guru umum lainnya dapat membantu menyelesaikan persoalan siswa dalam proses belajarnya, wajib memiliki dan membangun dalam dirinya tiga karakter, yakni TLC (Tender, Loving, Caring). TLC merupakan tiga karakter yang harus melekat dalam diri pendidik, terutama khususnya guru BK agar dapat menjadi sosok yang dirindukan siswa.

Apabila seorang guru sudah menjadi sosok yang dirindukan siswa, maka tidak ada lagi gap atau penghalang bagi guru tersebut untuk masuk ke dalam kehidupan siswa. Lalu akan mudah untuk membantu menyelesaikan persoalan dalam kehidupannya dalam proses pembelajaran. Tiga karakter TLC (Tender, Loving, Caring) itu artinya lembut, penuh kasih dan peduli.

Lembut, penuh kasih dan peduli merupakan sebuah kesatuan karakter yang harus dimiliki, tidak bisa apabila hanya muncul salah satu atau dua karakter saja. Ada guru yang memiliki karakter lembut dan penuh kasih namun ia tidak peduli. Kemudian ada juga guru yang peduli namun kurang lembut kepribadiannya. Jika demikian tujuan dari bimbingan dan konseling (BK) tidak dapat tercapai.

Apabila seorang guru sudah menjadi sosok yang dirindukan siswa, maka tidak ada lagi gap atau penghalang bagi guru tersebut untuk masuk ke dalam kehidupan siswa

Tujuan dari bimbingan dan konseling (BK) mencakup beberapa aspek yaitu, aspek pribadi dan sosial konseli, aspek akademik dan aspek karir.

- Advertisement -

Pada aspek pribadi dan sosial konseli, tujuan BK yaitu, konseli memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, memiliki sikap toleransi, saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing, dan bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, serta memiliki rasa tanggung jawab.

Kemudian tujuan pada aspek akademik yaitu, konseli memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya, memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat dan memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

Pada aspek karir yaitu, memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan, memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir, dan memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.

Tujuan bimbingan dan konseling dapat tercapai apabila terjadi hubungan yang baik selama proses bimbingan berlangsung, kenyamanan dan keamanan dapat dirasakan oleh siswa. Hubungan yang baik selama proses bimbingan dan konseling setidaknya dapat terlihat dari beberapa ciri pasca siswa melakukan proses bimbingan, yakni happy ending, santai, bersahabat dan senyum.

Persoalan yang akan dihadapi siswa ke depan harus dapat diantisipasi oleh guru dan orangtua, terutama di era pandemi saat ini. Dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang rencananya masih diberlakukan, penggunaan gawai pada anak akan semakin tak terhindarkan, dan hal itu tentunya akan mendatangkan persoalan apabila penggunaan gawai dan pemanfaatan internet tidak di kontrol dan diawasi.

Oleh karena itu, di sekolah sebagai guru, kita tidak hanya menjalankan peran alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Tetapi juga menjadi agen perubahan (transform of life or agent of change) dengan menanamkan nilai – nilai dan membangun karakter siswa secara berkelanjutan. End.

- Advertisement -

Jadilah Yang Paling Update

Mas Ariefhttps://catatanmasarief.com/
Assalamu'alaikum, Hai saya Arief Riyanto atau biasa dipanggil Mas Arief. Saya seorang anak muda yang ingin melakukan perubahan untuk Karawang dan Indonesia. Berawal dari tulisan ini. Semoga terinspirasi dan selamat berkontribusi untuk perubahan yang lebih baik.
- Advertisement -

Baca Juga

- Advertisement -

Jangan Lewatkan

Menjaga Spirit 212 Dalam Kehidupan Sehari-hari

catatanmasarief.com - Tahun 2018 ini menjadi tahun kedua diselenggarakannya reuni 212. Suatu momen untuk menguatkan ukhuwah

Wakaf Buku Sirah, Gerakan Membangun Peradaban Mulia

Novia Permatasari tergerak untuk melakukan sebuah kontribusi perbaikan dengan melakukan gerakan sosial yaitu, gerakan wakaf buku bersama komunitas KUBAH.

Bisakah Karawang Bebas Banjir?

catatanmasarief.com - Cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan banjir kembali melanda Kabupaten Karawang. Lalu bisakah Karawang bebas banjir?

Baca Online Ebook Homo Deus

Buku Homo Deus mengeksplorasi proyek, impian dan mimpi buruk yang akan membentuk abad 21, mulai dari mengatasi kematian hingga menciptakan kehidupan buatan.

Ghazwul Fikri, Perang Tak Berdarah Yang Mematikan

Kini permusuhan yang mereka lakukan terhadap Islam adalah dengan cara yang lebih halus namun mematikan, yaitu Ghazwul Fikri.

Baca Ebook Wajah Syariat Islam di Media

Di media, wajah syariat Islam tak ramah. Ia seakan menjadi momok yang menakutkan, terutama bagi orang yang ingin berkunjung ke Aceh. Syariat Islam sering diberitakan secara vulgar.

Kategori Populer

- Advertisement -

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
error: Content is protected !!