Advertisement

Sumpah! Pemuda Itu Kreatif Walau Di Tengah Krisis

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Selamat hari sumpah pemuda untuk seluruh pemuda Indonesia. Ya, sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober merupakan momentum di mana seluruh pemuda Indonesia bersatu membulatkan tekad dengan satu identitas yang sama sebagai pemuda Indonesia dan visi yang sama yaitu kemerdekaan Indonesia.

Bangsa yang besar tidak terlepas dari peran para pemudanya, sehingga ada ungkapan bahwa cerahnya masa depan suatu bangsa lihatlah para pemudanya. Dari ungkapan itu bahwa cahaya harapan masa depan Republik Indonesia ini ada di tangan para pemuda. Wabah pandemi Covid-19 yang sudah hampir genap setahun ini menjadi momen untuk para pemuda mengasah potensi kreativitasnya.

- Advertisement -

Kreativitas seseorang itu dapat dipicu ketika sedang mengalami tantangan atau kendala dalam memecahkan suatu masalah yang terjadi dan melibatkan dirinya di dalamnya. Dengan adanya tantangan dalam kondisi krisis tersebut maka akan mendorong seseorang untuk berpikir secara kreatif dan inovatif. Cara untuk menjadi kreatif dan inovatif adalah dengan thinking out of the box.

Dengan adanya tantangan dalam kondisi krisis tersebut maka akan mendorong seseorang untuk berpikir secara kreatif dan inovatif.

Nah, kini di masa pandemi ini telah banyak para pemuda yang memanfaatkannya untuk melakukan berbagai aktivitas yang kreatif dan inovatif di berbagai bidang yang tentunya dapat pula menghasilkan untuk kemudian bertahan sampai masa pandemi ini berakhir dan bahkan menjadi usaha seterusnya pasca pandemi.

Berikut ini beberapa informasi aktivitas produktif yang kreatif dan inovatif yang dilakukan oleh para pemuda Indonesia yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi kita untuk turut berkarya walau sedang berada pada masa krisis.

Dilansir dari media Kompas TV, dari bidang kuliner, ada pemuda asal Kabupaten Jember, Jawa Timur bernama Ikhwanul Haris yang dibantu beberapa rekannya sukses merintis usaha kuliner di tengah pandemi covid-19 dengan sistem pemesanan. Ia mengembangkan usaha kuliner ala masakan Jepang di rumah setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Haris mengaku bahwa Keterampilan memasak ala masakan Jepang tersebut diperoleh dari tempatnya bekerja sebelum di PHK.

Lalu masih dari Jawa Timur, tepatnya di Kota Surabaya. Dari bidang perfilman, sekelompok mahasiswa dari Universitas Kristen Petra Surabaya, yakni Jerico Sasmita, Johanes, Nicholas dan Geraldo membuat sebuah film pendek, yang berisi pesan untuk tetap produktif di tengah pandemi dan ajakan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Film pendek berjudul Daydream ini berdurasi dua menit dan menghiasi layar Youtube. Daydream dikisahkan melalui sudut pandang seorang penulis yang beranjak dari kebosanan di masa pandemi covid-19.

- Advertisement -

Kemudian dilansir dari merdeka.com, sekelompok pemuda asal Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan aktivitas kreatif di bidang musik dengan membentuk band bergenre Pop Dangdut dengan nama ‘Sing Tenang’. Mereka bahkan telah merilis single pertama di Youtube, serta mendapat beragam respon positif dari netizen.

Band ini terbentuk karena mereka memiliki banyak waktu luang di rumah, dan ingin memiliki kegiatan yang positif serta mengembangkan bakat yang dimiliki.

Selanjutnya aktivitas pemuda yang melekat dengan karakternya yaitu memiliki intelektual yang tinggi dan spirit untuk melakukan perubahan dilakukan oleh para pemuda Kab. Karawang. Dalam agenda yang diberi nama OPSI PEMUDA alias Obrolan Aspirasi Pemuda, para pemuda Karawang berkumpul dan berdiskusi antar lintas organisasi dan komunitas bersama tokoh DPR RI yaitu Ustadz H. Ahmad Syaikhu.

Dalam agenda yang digelar pada akhir bulan Oktober 2020, para pemuda saling sharing dan berdiskusi membahas berbagai persoalan yang sedang terjadi di Kab. Karawang untuk kemudian muncul gagasan-gagasan yang solutif sebagai masukan bagi pemerintah dan masyarakat dalam bekerja sama mengatasi berbagai persoalan yang terjadi tersebut.

Itulah aktivitas kreatif para pemuda Indonesia yang sebenarnya masih banyak namun hanya beberapa yang dapat disampaikan. Pemuda itu dahsyat, seakan tidak kenal situasi dan kondisi, kelompok ini tetap mampu berkreativitas dan berinovasi. Untuk itulah sangat tepat sekali jika dikatakan Sumpah, Pemuda Itu Kreatif Walau Di Tengah Krisis.

Pemuda itu dahsyat, seakan tidak kenal situasi dan kondisi, kelompok ini tetap mampu berkreativitas dan berinovasi. Untuk itulah sangat tepat sekali jika dikatakan Sumpah, Pemuda Itu Kreatif Walau Di Tengah Krisis.

Para pemuda yang disampaikan di atas telah menunjukkan kreativitasnya melalui jalannya masing-masing. Lalu bagaimana dengan kita? Ada tiga langkah yang bisa dilakukan agar mampu menjadi pemuda kreatif dan inovatif walau di tengah krisis. Mari simak berikut ini.

Pertama, pemuda harus bisa keluar dari zona nyaman, zona yang kerap membuat kaum muda terlena. Langkah pertama ini menuntut pemuda untuk selalu bisa menghadapi dan menemukan tantangan baru.

Masa pandemi ini pemuda harus menghindari zona nyaman berada di rumah saja dengan aktivitas biasa yang cenderung menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Sudah saatnya kini untuk keluar dan memperhatikan sekitar untuk kemudian menemukan hal-hal baru yang dengan sentuhan kreativitas menjadikan sesuatu yang inovatif dan bermanfaat.

- Advertisement -

Kedua, langkah untuk menjadi kreatif dan inovatif adalah thinking out of the box. Langkah kedua ini masih erat kaitannya dengan langkah pertama, karena berpikir out of the box tidak bisa dilakukan jika masih berada pada zona nyaman. Pemuda itu harus bisa mengeksplorasi lebih jauh kemampuannya untuk menemukan hal-hal baru di berbagai situasi dan kondisi.

Ketiga, pemuda harus bisa bekerja di atas standar. Kenapa di atas standar? Karena keluar zona nyaman dan berpikir out of the box belum cukup jika tidak bekerja di atas standar. Bekerja di atas standar dibutuhkan kerja keras yang maksimal dan optimal, yang mana hal itu merupakan aktivitas yang dilakukan lebih dari orang pada umumnya, sehingga hasil tidak akan pernah menghianati prosesnya.

Ketiga langkah itu tidak akan mampu mengubah kita menjadi pemuda yang kreatif dan inovatif jika tanpa didasari niat dan tekad yang kuat. Sebagaimana pada kejadian sumpah pemuda, para pemuda itu berkumpul bukan hanya sekedar iseng saja atau mampir dari pada tidak ada kegiatan, sudah jelas bukan itu niatnya. Mereka jelas niat dan semangatnya sehingga lahirlah sebuah sumpah untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Ketiga langkah itu tidak akan mampu mengubah kita menjadi pemuda yang kreatif dan inovatif jika tanpa didasari niat dan tekad yang kuat.

Jadi, yuk segera kuatkan niat dan bulatkan tekad untuk menjadi pemuda yang kreatif dan inovatif yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia, khususnya di mulai dari tempat tinggalnya masing-masing dengan menjalankan tiga langkah tersebut mulai sekarang. Mengutip kalimatnya Kang Aher (H. Ahmad Heryawan) mantan Gubernur Jawa Barat, “Sabisa bisa, kudu bisa, pasti bisa”. Pemuda Bisa!

- Advertisement -
Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

2 KOMENTAR

  1. Pemuda itu memang kreatif dan harus kreatif. Pemuda itu adalah saya. Makasih atas inspirasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: