Advertisement

Ikhtisar Buku Menjadi Pribadi Yang Disenangi dan Berpengaruh

- Advertisement -

catatanmasarief.com – Tidak bisa dipungkiri, untuk mendapatkan kemudahan dan meraih kesuksesan dalam berbagai hal, kita pasti memerlukan bantuan dari teman. Semakin banyak teman yang kita miliki, semakin banyak pula kemudahan yang akan kita dapatkan. Ada sebagian orang yang mudah mendapatkan teman, namun ada juga yang sudah berusaha maksimal tapi tetap kesulitan mendapatkan teman.

Dari realitas kehidupan sehari-hari itulah, pada catatan mas Arief kali ini akan merangkum sebuah buku pengembangan diri yang berjudul Mencari Teman & Memengaruhi Orang Lain. Buku ini berisi tentang 101 langkah yang akan membantu menjadi pribadi yang berpengaruh dan disenangi. Ditulis oleh Christiana Weni, seorang penulis asal Yogyakarta.

- Advertisement -

Menciptakan kesan pertama yang kuat, membuat orang lain menyukai Anda, menjaga hubungan pertemanan yang baik, dan menjadi sosok pemimpin yang disukai dan dapat memengaruhi orang lain, semua itu ada triknya. Bagaimana menjadi pribadi yang disukai dan berpengaruh itu? Inilah langkahnya.

A. Menciptakan Kesan Pertama Yang Kuat

Langkah 1. Tatap Mata

Setiap kita melihat pria atau wanita yang menarik secara fisik, secara refleks kita akan melemparkan tatapan padanya. Oleh karena itu, tatapan ramah kepada siapa pun akan selalu berarti bahwa kita bersimpati dan tertarik. Dan siapa pun yang menyadari bahwa dirinya ditatap dengan penuh perhatian oleh seseorang, pasti akan memiliki perasaan positif pada orang tersebut. (Hal. 14)

Langkah 2. Tersenyum

Senyuman memiliki kekuatan yang luar biasa. Senyuman kepada seseorang bukan hanya berarti kita menyukainya, melainkan juga menyiratkan bahwa kita peduli dan siap mendukungnya. (Hal. 15)

Langkah 3. Jabat Tangan Dengan Erat

Perlu hati terbuka untuk memulai suatu hubungan. Kerahkan seluruh energi positif Anda untuk menyambut hubungan baru dengan orang lain melalui jabat tangan. (Hal. 16)

Langkah 4. Menyapa

- Advertisement -

Di mana pun kita bertemu sahabat atau seseorang yang kita kenal, sapalah. Sapaan adalah terapi yang membuat perasaan yang kelabu menjadi cerah, membuat hidup yang membosankan menjadi ceria. (Hal. 18)

Langkah 5. Menanyakan Kabar

Menanyakan kabar menunjukkan kita sebagai pribadi yang ramah dan peduli dengan orang lain. Siapa pun akan merasa dirinya penting ketika ada orang yang menanyakan kabarnya. (Hal. 19)

Langkah 6. Biarkan Orang Lain Bercerita Tentang Dirinya

Pelajaran paling mudah untuk memperoleh kesan yang kuat dari orang lain adalah dengan menunjukkan bahwa kita adalah pendengar yang baik. Semua orang menjadi pemeran utama dalam kisah hidup mereka masing-masing, dan setiap pertunjukkan membutuhkan penonton. (Hal. 20-21)

Langkah 7. Jangan Menyela

Tidak ada yang ingin disela saat bicara. Menyela saat orang lain sedang bicara sangat tidak sopan dan membuat jengkel. Karena itu, jika ingin berkomentar, lakukan di antara jeda ceritanya atau pada saat ia selesai bicara. (Hal. 22)

Langkah 8. Dengarkan Apa Yang Dikatakan Orang Lain

Hal paling menyenangkan yang dimiliki seseorang adalah ketika mereka memiliki sahabat yang selalu bisa mendengarkan dengan baik dan seksama. Itulah mengapa kita memiliki jumlah telinga lebih banyak daripada mulut, karena agar lebih banyak mendengar daripada bicara. (Hal. 23)

Langkah 9. Dengarkan Apa Yang Tidak Dikatakan Orang Lain

- Advertisement -

Mendengarkan apa yang tidak dikatakan orang lain artinya lebih kepada pemahaman. Dan dibutuhkan kepekaan dan ketulusan hati untuk dapat melakukannya. Karena mendengar di sini bukan dengan telinga saja, tapi juga dengan hati. (Hal. 25)

Teman Perhatian

Mendengarkan apa yang tidak dikatakan orang lain artinya lebih kepada pemahaman. Dan dibutuhkan kepekaan dan ketulusan hati untuk dapat melakukannya.

B. Buatlah Orang Lain Menyukai Anda

Langkah 10. Beri Respons Positif Saat Orang Lain Bicara

Ketika orang lain sedang bicara jangan pernah menyela, namun juga jangan pula diam atau pasif. Beri petunjuk verbal positif, yaitu merespons pembicaraannya. Respons yang Anda berikan akan membuat lawan bicara Anda menyambut baik, dan mereka akan bicara lebih banyak, lebih antusias, dan lebih menyukai Anda. (Hal. 30)

Langkah 11. Beri Tanggapan Dengan Antusias

Ketika tiba giliran kita untuk memberikan komentar atas apa yang telah dibicarakan lawan bicara, berilah komentar dengan antusias, walau kita bisa jadi kurang setuju dengan garis besar topik pembicaraannya. Antusiasme kita Itu akan memberi kesan bahwa kita tertarik dengan pembicaraannya. Jika kita mampu menyampaikan kesan itu, maka komentar kita tidak lagi menjadi penting. (Hal. 31)

Langkah 12. Mengingat Nama

Hal paling indah didengar telinga semua orang adalah ketika ada yang menyapa namanya. Kita akan segera mendapat kesan positif pada siapa pun yang mengingat nama kita. (Hal. 32)

Langkah 13. Ingat Hari Kelahirannya

Hari ketika seseorang dilahirkan di dunia adalah hari paling istimewa bagi yang bersangkutan. Dan semua orang akan merasa tersanjung ketika orang lain memberinya ucapan selamat dan mendoakan untuk masa depannya. (Hal. 35)

Langkah 14. Buat Orang Lain Gembira Setiap Harinya

Momen-momen istimewa akan sering terjadi ketika perasaan gembira memenuhi hati. Dan kesempatan-kesempatan kecil untuk membuat orang lain gembira selalu ada setiap saat. Kapan pun dan di mana pun, buatlah orang lain gembira, dan hidup Anda pun akan dilimpahi kegembiraan. (Hal. 37)

Langkah 15. Sering Menyebut Nama Lawan Bicara Saat Bicara Dengannya

Ketika bicara dengan siapa pun, sering-seringlah menyebut namanya. Tindakan ini membuat percakapan menjadi personal dan hangat. Siapa pun akan sangat menyukai bicara dengan orang yang selalu menyebut namanya, seseorang yang bisa memperlakukan orang lain dengan hormat dan istimewa. (Hal. 38)

Langkah 16. Menghargai Pendapat Orang Lain

Setiap orang memiliki kebutuhan untuk mengungkapkan pendapat, karena itu merupakan salah satu cara mendapatkan pengakuan atas eksistensi dirinya. Jangan meremehkan, mendebat, atau menyela ketika seseorang mengemukakan pendapatnya. Hal itu akan melukai harga dirinya. Dengarkan dan apresiasi segala gagasannya.

Langkah 17. Biarkan Orang Lain Lebih Banyak Bicara

Biarkan orang lain lebih banyak bicara. Dengan berbicara, mereka membagi pengalaman yang membuat mereka merasa lebih berarti, juga membagi beban yang membuat mereka merasa ringan. (Hal. 41)

Langkah 18. Tidak Menyombongkan Diri

Tidak ada yang suka dengan orang yang sombong dan sok tahu. Selalu bersikap rendah hati, dan menempatkan diri lebih rendah daripada orang lain. Mintalah pendapat dan bantuan mereka seolah-olah hanya merekalah yang paling bisa melakukannya. (Hal. 42)

Langkah 19. Mencari Kelebihan Dalam Diri Setiap Orang

Akan lebih mudah bagi kita untuk menjalin pertemanan dengan orang lain jika kita merasa ada hal berguna yang kita dapatkan darinya. Oleh karena itu carilah kelebihan dalam diri setiap orang. Melihat sisi positif dari setiap orang membuat kita menyukai semua orang. (Hal. 43)

Langkah 20. Mengagumi dan Memuja Orang Lain

Obsesi manusia akan penghargaan bukan hanya pada tataran butuh, melainkan rakus. Oleh karenanya, kalau Anda mengagumi seseorang, ungkapkan saja. Berikan penilaian yang jujur objektif, serta masuk akal. (Hal. 45)

C. Menjaga Pertemanan Itu Penting

Langkah 21. Lebih Baik Diam Daripada Marah

Jika kita merasa emosi kita seolah-olah akan segera meledak, ambillah nafas dalam-dalam dan tenangkan diri Anda. Jangan ambil tindakkan dalam kondisi marah, karena pada saat itu kita bertindak tanpa akal sehat. (Hal. 48)

Langkah 22. Tulus Dalam Persahabatan

Tulus tanpa pamrih. Persahabatan sejati hanya mensyaratkan itu. Jangan menghitung berapa kali Anda membantu teman, berapa banyak waktu yang Anda luangkan dengan teman-teman Anda. Lakukan semua itu tanpa mengharap imbalan sepeser pun. (Hal. 49)

Langkah 23. Amati Kegemarannya

Mengetahui kegemaran seseorang tanpa orang itu memberi tahukannya, adalah nilai plus dalam persahabatan. Cara mengetahui kegemaran orang lain adalah dengan memerhatikan kebiasaan-kebiasaannya, atau bisa juga mengumpulkan informasi dari orang-orang terdekatnya. (Hal. 50)

Langkah 24. Bicarakan Hal Yang Digemari Orang Lain

Memberikan perhatian pada seseorang paling efektif dilakukan dengan membicarakan hal-hal yang dia gemari. Dengan demikian, seseorang akan merasakan kedekatan emosional karena ada suatu ikatan yang menghubungkan kita dengannya. (Hal. 51)

Langkah 25. Sempatkan Menelepon

Menjaga komunikasi adalah cara untuk menjaga kualitas pertemanan. Menjaga komunikasi berarti kita peduli dengan kehidupan orang lain, tanpa bermaksud mencampuri kehidupannya. (Hal. 52)

Langkah 26. Sempatkan Membalas Telepon atau Chat-nya

Sesibuk apa pun, ketika seorang teman menelepon atau chat via WA ke kita, sempatkanlah untuk menjawabnya. (Hal. 53)

Langkah 27. Bersimpati

Simpati adalah bentuk kepedulian yang tulus terhadap orang lain. Simpati tidak perlu menunggu saat teman kita mendapatkan kesulitan besar. Simpati bisa dilakukan kapan pun. (Hal. 54)

Langkah 28. Kunjungi Rumah Teman Anda

Jika kita berkunjung ke rumah teman atau sahabat kita, berarti kita sedang menyapa seluruh kehidupannya. (Hal. 56)

Langkah 29. Undang Teman Ke Rumah Anda

Perkenalkan mereka dengan kehidupan Anda, sesekali undang berkunjung ke rumah. Mereka pun akan menyambut baik ajakan Anda karena mereka merasa diterima dalam kehidupan Anda. (Hal. 57)

Langkah 30. Peduli Dengan Kehidupan Orang Lain

Kepedulian adalah ungkapan cinta. Kepedulian kita pada orang lain bukan ditentukan oleh seberapa peduli pada masalah-masalah besar yang mereka hadapi, melainkan justru pada segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka setiap hari. Mereka akan menghargai kepekaan kita pada hal-hal sepele yang biasa diabaikan orang. (Hal. 58)

Langkah 31. Beri Perhatian Pada Hal-hal Kecil

Menyapa, tersenyum, mendengarkan adalah hal-hal kecil yang menjadi syarat mendasar dari persahabatan. Selalu lakukanlah itu, pada gilirannya nanti kita akan mengerti bahwa perhatian kecil pada hal-hal seperti itu ternyata berarti besar bagi sahabat-sahabat kita. (Hal. 59)

Menyapa, tersenyum, mendengarkan adalah hal-hal kecil yang menjadi syarat mendasar dari persahabatan

Langkah 32. Jangan Mencela Apa Yang Digemari Orang Lain

Selalu menghargai apa yang digemari orang lain, dan orang lain akan memberi penghargaan yang sebanding kepada Anda (Hal. 62)

Langkah 33. Sentuhan

Ketika mengobrol dengan teman, sentuhan-sentuhan fisik sangat diperlukan untuk menunjukkan keakraban dan simpati yang dalam. (Hal. 63)

Langkah 34. Sediakan Bahu

Bahu adalah simbol kekuatan dan ketegaran. Seseorang yang meletakkan kepalanya di atas bahu orang lain akan merasa mendapat kekuatan dan dukungan. (Hal. 64)

Langkah 35. Bicarakan Idolanya

Teman kita akan sangat senang menikmati pembicaraan tentang idolanya. Dengan senang hati dia akan bercerita banyak tentang tokoh panutannya tersebut. (Hal. 65)

Langkah 36. Hargai Pekerjaannya

Kita bekerja untuk hidup, tapi kadang pekerjaan juga menjadi hidup itu sendiri. Apa pun profesi atau pekerjaan sahabat kita, hargailah itu. Karena meremehkan pekerjaannya, sama saja meremehkan hidupnya. Jika pekerjaannya itu kurang baik menurut kita, bantu carikan yang lebih baik. Jangan hanya menyarankan tanpa berusaha membantu sama sekali. (Hal. 66)

Langkah 37. Hargai Apa pun Yang Dia Lakukan

Apa pun yang sahabat kita lakukan, hargailah meskipun hasilnya mungkin kurang bagus. Katakan bahwa Anda salut dengan semangatnya untuk mengerjakan itu semua. (Hal. 68)

Langkah 38. Terima Orang Lain Apa Adanya

Tidak ada manusia yang sempurna. Kekurangan adalah hal biasa. Karena itu jangan mengingat-ingat kelemahan orang lain. Terimalah mereka apa adanya. (Hal. 69)

Langkah 39. Gembira Untuk Keberhasilan Orang Lain

Buatlah orang lain bahagia dan ikutlah gembira atas kebahagiaan orang lain. Anda akan mendapatkan banyak hal baik yang bisa dipelajari dengan mengakui dengan tulus keberhasilan teman kita. (Hal. 73)

Kejutan Ulang Tahun

Langkah 40. Beri Kejutan

Persahabatan membutuhkan kejutan. Tidak perlu kejutan yang besar dan mahal, cukup kejutan kecil seperti tiba-tiba datang ke rumahnya atau mendadak mengajaknya jalan-jalan. Sahabat Anda akan sangat menyukai itu. (Hal. 74)

Langkah 41. Sesekali Bayari Makanannya

Jangan pelit. Jadilah orang yang loyal, terutama pada sahabat kita. Sahabat-sahabat Anda akan merasa nyaman bersama Anda dan menikmati setiap kebersamaan dengan Anda. (Hal. 76)

Langkah 42. Nikmati Kebersamaan Dengan Orang Lain Setulus-tulusnya

Persahabatan yang tulus akan mendatangkan banyak manfaat bagi kita. Karena itu, selalu nikmati kebersamaan bersama orang lain setulus-tulusnya. (Hal. 77)

Langkah 43. ‘Maaf’ dan ‘Terima Kasih’ adalah Kata-kata Yang Harus Sering Diucapkan

Mengucapkan ‘maaf’ ketika berbuat salah dan mengucapkan ‘terima kasih’ ketika telah dibantu orang lain. Sering-seringlah mengucapkannya, dan lihatlah efek baik yang akan Anda dapatkan. (Hal. 78)

Langkah 44. Memaafkan Bukan Menghakimi

Kedamaian sejati adalah ketika kita bisa memaafkan orang yang menyakiti kita dan berdamai dengan gejolak dalam diri. Kekuatan dari memaafkan tidak hanya menguatkan yang memberi maaf, tapi juga menyembuhkan yang diberi maaf. (Hal. 79)

- Advertisement -
Apa yang kamu rasakan?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Advertisement

Must Read

Advertisement

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: